Resume Filsafat Pengetahuan



RESUME BUKU
Judul: Filsafat Pengetahuan
Penulis: Prof. Dr. Cecep Sumarna
Penerbit: PT Remaja Rosdakarya (Cetakan Pertama, Agustus 2016)
BAB I
FILSAFAT PENGETAHUAN
1.      Penididkan dan Logika Berpikir
Penulis menggambarkan tentang pendidikan di Indonesia yang mengalami kegagalan, karena kurangnya kemampuan atau keahlian yang dimiliki oleh pendidik dan tenaga kependidikan, yang berdampak pada hasil belajar anak. Penulis juga menjelaskan bahwa pendidikan di Indonesia lebih mengedepankan kuantitas ketimbang kualitasnya, dan juga rendah dalam menumbuhkan kreativitas siswa. Penulis berharap agar segera dilakukannya pembenahan pembelajaran dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi dengan mengubah cara berpikir anak supaya lebih krisis dan terurai yang disesuaikan dengan tingkatan pendidikannya.
2.      Mengapa Filsafat Pengetahuan?
Penulis kurang setuju dengan masih seringnya mata kuliah Filsafat Pengetahuan dianggap kurang bermakna, kurang relevan dan kurang berdaya guna. Bahkan dianggap mata kuliah asing oleh sebagian orang. Padahal di beberapa Perguruan Tinggi ternama dunia mata kuliah ini malah menjadi mata kuliah primadona. Menurutnya, mata kuliah ini seharusnya telah diajarkan dari sebelum seseorang menjadi calon mahasiswa, karena jika mata kuliah ini diajarkan sesuai dengan proporsi, maka akan memberikan arti tentang pentingnya penemuan orientasi, tujuan, jalan, dan peta kehidupan seseorang. Dan membuat seseorang menjadi figure yang memiliki keberanian untuk memilih dan menentukan pilihan hidupnya sendiri atas dasar pemikiran yang logis. Adanya problem mengenai kekeliruan pandangan di atas yang beranggapan bahwa Filsafat Pengetahuan diidentikkan dengan Ilmu Filsafat membuat banyak pihak rancu dalam memahaminya.
Bukan hanya logiko, verifikatio, hypotetiko yang dikaji dalam filsafat pengetahuan. Filsafat pengetahuan mengkaji persoalan tersebut, ditambah dengan kajian keilmuan lain, mulai dari pertanyaan terdasar seperti apa itu pengetahuan, bagaimana pengetahuan itu didapat? Sumber pengetahuan itu apa dan apa metode yang digunakan untuk mendapatkannya? Logika-logika apa yang menyebabkan sesuatu itu diperoleh? Inilah bagian lainnya, dimana peserta didik akan terlatih untuk berfikir kristis, tetapi juga dapat memberikan solusi terhadap sebuah sudut pandang. Mata kuliah ini, mengkaji perkembangan ilmu, dan karakter keilmuan. Menurut penulis, filsafat pengetahuan itu koheren, lengkap, dan menyentuh hampir semua dimensi yang terdapat dalam kajian keilmuan, khususnya dalam konteks pembentukan logika berfikir. Filsafat dan ilmu pengetahuan hampir tidak ada batasnya, mulai dari Plato di era Yunani Kuno sampai Al-Kindi di Mediterania. Namun pada perkembangan selanjutnya, filsafat dan ilmu dipisahkan. Ilmu bercabang dengan sangat banyak dan luas dengan tingkat perubahan yang sangat tinggi.
Filsafat yang awalnya di sebut sebagai induknya ilmu, karena pada awalnya ilmu lahir dari filsafat. Namun perkembangannya terpaksa berhenti karena terkalahkan oleh perkembangan ilmu yang salah satu produknya adalah teknologi. Sebab itulah ada anggapan bahwa filsabat tidak dibutuhkan lagi bahkan kurang relevan untuk dikembangkan. Manusia saat ini lebih membutuhkan ilmu yang praktis tidak seperti filsafat yang sulit untuk “dibumikan” dan cenderung melangit.
Penulis tidak setuju dengan masalah di atas, menurutnya ilmu yang telah tumbuh menjadi kelompok pengetahuan yang terorganisasi dan tersusun secara sistematis, dalam banyak kasus tidak mampu menyelesaikan peroalan. Penulis sependapat dengan AM. Saefudin (1991), yang menyatakan bahwa filsafat dapat ditempatkan pada posisi maksimal pemikiran manusia yang tidak mungkin pada taraf dan tahap tertentu terjangkau oleh perkembangan ilmu pengetahuan. Ilmu selalu diperoleh melalui proses uji coba yang dilakukan secara mendalam(deepening) agar seseorang mendapatkan esensinya, sedangkan filsafat bersifat priori, yang salah satu tugasnya menarik kesimpulan dari data empiris seperti dituntut ilmu ke lapangan pemikiran. Filsafat bersifat spekulatif dan kontemplatif, berbeda dengan sifat ilmu yang selalu menuntut agar menjadi praktis.
Tidak semua filsuf dapat disebut imuwan begitupun sebaliknya, tidak semua ilmuwan dapt disebut filsuf. Keduanya sama-sama menggunakan aktivitas berfikir, walaupun aktivitas berfikirnya berbeda, dan hasil kerja filsuf dapat menjadi pembuka lahirnya ilmu. Dari perbedaan yang ada antara ilmu dan filsafat juga cara kerja filsuf dan ilmuwan, terdapat persamaannya yakni sama-sama mencari kebenaran. Ilmu bertugas melukiskan semesta sedangkan filsafat bertugas menafsirkan kesemestaan. Filsafat dapat menjadi pembuka lahirnya ilmu dan berfungsi sebagai cara kerja akhir ilmuwan. Dapat dilihat hampir tidak ada satupun cabang ilmu yang lepas dari filsafat atau tidak terkait dengan persoalan fisafat. Bahkan ada disiplin filsafat yang khusus mengkaji ilmu pengetahuan. Rumusan ilmu yang dimaksud itu disebut filsafat pengetahuan, yang berkembang dalam cabang baru yang disebut sebagai filsafat pengetahuan.
3.      Mengapa Ditulis dalam Bentuk Novelat
Penulis yang merupakan seorang dosen dengan Mata Kuliah Filsafat Pengetahuan mengeahui bahwa banyak mahasiswa yang gemar berpikir, tetapi mereka tidak gemar membaca dan menulis. Agak sulit untuk mengajak mahasiswa membaca kajian filsafat yang secara tidak langsung memkasa pembacanya untuk berpikir kritis, terutam di zaman sekarang ini yang semuanya sudah dibuat  menjadi serba praktis. Karena kebanyakan orang melihat novel dari covertnya, maka dari itu penulis mengusulkan nama mata kuliah ini menjadi Filsafat Pengetahuan dan Metode Berfikir.
Penulis juga bercita-cita tulisannya ini bukan hanya ditujukan untuk mahasiswa atau orang-orang yang mengenyam pendidikan saja, beliau berharap semua masyarakat baik masyarakat akademis maupun non-akademis dapat membacanya. Maka dari itu dibuatlah olehnya suatu karya novelat yang tulisannya ringan,  mudah dipahami namun memiliki efek besar bagi pembacanya. Selain itu, filsafat lahir karena budaya sastra budaya seni dan budaya frasa rakyat, yang menjadi keunggulan lain bagi penulis yang akhrinya memutuskan untuk membuat kajian filsafat ke dalam bentuk novel.
BAB II
GERAK DINAMIK DARI MITOS KE LOGOS
1.      Evolusi Ilmiah
Ada sebuah keluarga unik yang tinggal dipedalaman, keluarga ini memiliki enam orang anak yang memiliki sifat dan karakter berbeda. Dari ke enam anaknya hanya satu yang mengikuti kebiasaan kaisar yaitu Bert. Bert gemar sekali membaca sama seperti Kaisar, maka dari itu Kaisar sering mengajak Bert untuk berpikir tentang sesuatu ketika Kaisar menemukan masalah yang agak sulit untuk diselesaikan. Kaisar meminta Bert untuk merenungkan tentang dinamika sosial yang terjadi pada budaya disekitarnya dan membaca berbagai macam referensi kehidupan untuk menambah wawasannya. Mereka biasanya berdiskusi di depan tungku api, kebun ataupun pematangan sawah pada sore hari. Bert mendiskusikan tentang teknologi informasi. Diskusi tersebut berlangsung pada pagi hari di depan tungku api sambil menonton tv. Kaisar sangat bangga dengan adanya TPI (Televisi Pendidikan Indonesia) yang untuk pertama kalinya tanyang di tv. Menurutnya TPI telah menambah jumlah siaran televisi yang sebelumnya hanya ada TVRI dan dapat mengubah jam tanyang yang tadinya hanya ada malam, menjadi siang.
Kaisar berkat kepada anaknya, bahwa abad baru telah muncul. Abad dimana kamu tidak lagi murni menjadi manusia desa dan abad ini akan membawamu ke alam yang luas karena dunia akan dipersempit. Bert pun bingung dengan ucapan Kaisar yang mengatakan bahwa alam ini luas namun yang luas itu dipersempit. Karena Bert terlihat kebingungan, kemudian Kaisar mengatakan, inilah bagian dari dialektika berpikir. Lalu Kaisar memberi tahu bahwa ilmu yang dikembangkan terus-menerus oleh manusia dari dulu sampai saat ini melahirkan anak turunannya dalam bentuk teknologi, salah satunya teknologi informasi. Beliau mengingatkan anaknya itu untuk tetap membaca, walaupun sudah ada televisi, karena dengan adanya televisi secara perlahan akan mengubah Bert dari seorang pembaca menjadi penonton dan  pendengar. Sambil menonton tv Kaisar berkata kepada Bert bahwa ilmu lahir karena adanya filsafat, lalu ilmu melahirkan anak yang baru yaitu teknologi yang kemudian melahirkan anak yaitu teknologi informasi. Bert pun tersenyum sambil menganggukan kepalanya dengan memikirkan perkataan Kaisar yang membuatnya bingung dan sulit untuk dipahami maknanya.
Bert pun semakin bingung ketika Kaisar mengatakan bahwa segala sesuatu yang ada di muka bumi ini merupakan lanjutan dari peristiwa satu ke peritiwa lainnya yang dipengaruhi oleh peristiwa sebelumnya. Dan setiap zaman pasti memberikan pengaruh atau perubahan yang terjadi akibat peristiwa yang dialami umatnya. Lalu Bert pun bertanya kepada Kaisar, jika suatu fase merupakan lanjutan dari fase sebelumnya dan fase satu dengan yang lainnya saling mempengaruhi, mengapa ada yang mengklaim tentang kebaikan satu fase dengan fase lainnya. Kaisar menjawab bahwa dari dulu sampai sekarang manusia tetap menjadi manusia yaitu makhluk mulia sekaligus makhluk hina. Menurut Kaisar tidak ada satupun manusia yang mencermikan atau menggambarkan kebaikan yang murni ataupun keburukan yang murni. Manusia itu berbeda dengan malaikat yang tercipta hanya untuk mentaati segala perintah Tuhan tanpa sedikitpun berpikir untuk mengingkari-Nya. Manusia juga berbeda dengan setan yang telah menjadi musuh manusia sejak diciptakan oleh Tuhan dan selalu mengingkari perintah Tuhan. Manusia itu tidak pernah selamanya menjadi baik atau sholeh dan tidak selamanya juga menjadi makhluk jahat atau pendosa. Sewaktu-waktu manusia dipaksa untuk berada pada sisi kiri sebagai lambang kedurhakaan dan berada disisi kanan sebagai lambang kesalehan.
Bert pun bertanya kepada Kaisar apakah manusia sadar akan hal itu?, Kaisar menjawab bahwa manusia itu sesungguhnya sadar, namun secara natural hal tersebut sering berlalu atau terlupakan. Kaisar mengatakan bahwa segala sesuatu pasti ada yang mengawali walaupun sangat kecil nilainya dan berakhir dengan pengearuh yang timbul karenanya. Setelah mendengarkan pernyataan Kaisar itu, Bert mulai meragukan teori yang dipercayainya yang menyatakan bahwa segala sesuatu itu berasal dari titik nol. Bert menganggap bahwa Kaisar menganut paham evolutif biologis seperti Charles Robert Darwin (1809-1882 M) dan ia ingin mendebat Kaisar karena kurang sependapat dengan teori-teori yang di ungkapkan oleh Kaisar, kemudian Bert bertanya kepada Kaisar, berarti dirimu merupakan pengikut Darwin?. Kemudian Kaisar menjawab sambil tersenyum dan mengatakan bahwa kontribusi ilmiah atau proses evolusi Darwin harus diakui telah membuat Biologi menjadi kajian atraktif untuk diteliti. Teori Dawin yang menyatakan bahwa semua spesies yang hidup selalu berlangsung secara turun-temurun dari waktu ke waku sangat sulit diabaikan atau ditolak. Dalam konteks kehidupan Kaisar sependapat dengan Darwin yang menyatakan bahwa setiap kehidupan terjadi karena proses evolutif yang bersifat simultan. Kaisar pun memberikan pengertian kepada Bert agar tidak keliru dengan mengasumsikan teori Darwin ini menyatakan bahwa manusia itu sejatinya memiliki nenek moyang yang sama, sebut misalnya kera”
Kaisar memberi tahu Bert bahwa Dawin dan Alfred Russel Wallace (1823-1913 M) lah yang telah memberikan sumbangan terhadap kajian biografi dunia melalui karya-karyanya, dan Dawinlah yang telah menyusun buku yang berjudul One the Origin of Species dan dikembangkan oleh ilmuwan abad pertengahan. Karena inilah walaupun banyak yang menentang teorinya, tetapi tidak ada yang mampu untuk melahirkan teori baru dalam bentuk evolusi modern atas apa yang telah diragukan dari teori Darwin. Bert menjadi dilema karena sulit untuk menerima teori dari Darwin, namun ia terus berusaha meyakinkan dirinya bahwa teori Darwin sangat tempat untuk digunakan, termasuk dalam konteks perkembangan ilmu pengetahuan. Dan akhirnya setelah Bert teringat sesuatu dimasa lalunya yang membuatnya mulai ragu dengan teologi yang di yakininya.
2.      Evolusi Mistik
Bert tinggal di pedesaan, ia senang sekali berjalan kaki pada saat bosan terutama saat merasa kebingungan. Ketika berjalan Bert melihat ada lima orang ibu yang sedang hamil tua, ia merasa kebingungan karena di desanya ibu yang sedang hamil sering melakukan hal-hal yang aneh atau tidak wajar. Seperti pada saat mendekati waktu maghrib, ibu yang hamil komat kamit membaca mantra-mantra yang dianggapnya sakti, selain itu ibu hamil yang melewati pohon besar, batu besar, gunung besar, sungai besar selalu membawa bawang putih. Itu semua dilakukannya agar dijauhkan dan terlindungi dari dedemit yang ingin mengganggu janin  yang ada di dalam perut ibu hamil.
Suatu hari ketika Bert dalam perjalanan pulang, hujan turun dengan deras padahal tidak ada halilintar dan awan hitam. Kemudian muncullah pelangi yang sangat indah, namun Bert dikagetkan dengan kedatangan kakek-kakek dan nenek-nenek yang membawa bunga berwarna-warni dan makanan yang diletakakan di tempat yang terdapat makhluk ghaibnya. Selain itu juga setelah adanya pelangi di percaya dengan waktu bidadari yang turun dari kayangan yang ingin mandi. Pada hari kamis atau malam jumat desa terasa sunyi senyap. Terdengar suara orang-orang muslim sedang mmbaca surat Yasin, Ar-Rahman dan Al-Insyirah. Dan sebagian masyarakat lain yang non-muslim melakukan pembakaran kemenyan dan penyediaan bunga dengan berbagai macam warna. Bert menganggap kedua hal tersebut tujuannya sama, yakni untuk mengusir makhluk gaib yang dianggap menakuti manusia. Kemudian Bert mendatangi Kaisar yang ternyata sedang berbincang dengan temannya yang bernama Marhum untuk menanyakan kebingungannya tentang kemistisan masyarakat desa. Kemudian Ahum menjawab, mengapa kamu ingin mengubahnya? Apa yang salah dengan ritual itu. Bert mengatakan ini bertentangan dengan agama dan pengetahuan yang kupercayai. Kaisar mengatakan bahwa itu sulit untuk di ubah karena sudah tercipta secara alami, positif sajalah! karena dengan kegiatan itu banyak anak yang dapat menghafal surat Yasin dan Ar-Rahman. Dan rutinintas kemenyan juga walaupun saya tidak tahu apa manfatnya tapi minimal memberikan rezeki kepada penjual kemenyan dan bunga.
Inilah yang dinamakan mitos, kata Kaisar. Kamu boleh menganggap semua cerita tadi sebagai prosa atau cerita rakyat. Mitos itu diturunkan secara turun temurun dan sudah melekat pada benak seseorang sampai saat ini.  Karena itu, mistis dapat disebut sebagai kumpulan dari berbagai pengetahuan yang dimliki manusia sebagai budaya yang tidak empiris dan tidak rasional, maka tidak mengharuskan pembuktian empiris dan keruntutan logis. Ahun berkata, dikampung ini banyak tokoh yang mengkaitkan mistis dengan agama. Menurutku mistik tidak dapat dikaitkan secara langsung dengan  agama dan pengetahuan. Hanya dalam konteks terentu saja, dan harus diakui bahwa objek kajian mistis relatif memiliki kedekatan dengan agama, adanya pengakuan dan eksistensi sesuatu  yang tidak harus selalu rasional dan empiris.
Berarti agama dan mistis memiliki dua ikatan substantif yang sulit dipisahkan? Kata Bert. Kemudian Kaisar menjawab iya, namun kamu harus tumbuh menjadi orang yang bijak agar semua umat dapat terayomi dengan baik. Karena kebijakan merupakan ciri kefilsafatan. Dan juga jangan mudah menghakimi apalagi selalu menyalahkan. Lalu Bert bertanya lagi, apakah ada relasi anatar mistik dengan legenda? Karena menurut saya mistis dalam terminologi lain  dapat disejajarkan dengan legenda. Ahun menjawab mistik dan legenda juga ada sisi sama dan bedanya. Yang berbeda hanya terletak pada anggapan kesucian, dan tokohnya adalah manusia bukan Tuhan seperti yang terdapat dalam mite.
Kemudian Kaisar bertanya kepada Bert, apakah kamu masih mengingat cerita sangkuriang? Nah semua perilaku dan cerita tersebut tentu tidak rasional dan sulit membuktikan empirisnya dan juga tidak dapat disebut ilmiah. Jadi, kata kaisar mistik adalah keyakinan yang didorong atas adanya kekuatan luar biasa  diluar diri manusia yang sulit diukur, diempiriskan, dan dirasionalkan. Menurut pemahaman Kaisar, apa yang disebut mistik belum mampu diempiriskan dan sulit dirasionalkan, apalagi diukur. Bert berasumsi bahwa mistik dalam terminologi diartikannya sebagai menyatunya manusia dengan hal-hal yang bersifat rahasia atau gaib. Karena semua orang tidak memiliki kemampuan yang sama maka, dalam dunia mistik tidak semua orang dapat menjadi mistikus. Bert meminta izin untuk menyimpulkan sendiri bahwa: 1) Mistik pada umumnya yaitu mistik tanpa kekuatan tertentu yang dalam literatur agama (Islam, Kristen, Hindu dan Budha) diperkenalkan dengan rumusan tasawuf, pelakuknya disebut sufi dan; 2) Mistik magis yang mendorong kekuatan tertentu untuk mencapai tujuan tertentu dalam bentuk (wirid, doa) atau menggunakan mantra, jampi-jampi, rajah-rajah dan jimat. Keduanya dilakukan dengan menggunakan benda-benda tertentu sebagai perwujudan supranatural. Kemudian Kaisar mengangguk setelah mendengar kesimpulan Bert.
Bert bertanya kepada Kaisar tentang pandangan islam terhadap persoalan mistis. Menurut Kaisar, islam memperkenalkan mistis, secara khusus dalam kajian tasawuf, melalui konsep ma’rifah, hulul atau mukasyafah. Hal tersebutdianggap sebagai jalan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Jadi, penalaran mistik selalu bersifat pribadi? Kata Bert. Ia mistik selalu bersifat pribadi dan tidak mungkin dapat dilakukan orang lain, meskipun jalan yang ditempuhnya sama. Mistik bukan hal yang baru bagi masyarakat muslim. Semua masyarakat termasuk Indonesia baik masyarakat terdidik ataupun awam pasti mengenal yang namanya mistik. Dikalangan kaum akademik dan ilmuwan temporer mistik dijadikan sebagai bahan kajian baik dalam forum ilmiah yang cukup disegani maupun simposium sederhana, khususnya ketika merelevansikan mistik dengan agama. Namun berbeda dengan masyarakat awam yang menjadikan mistik itu sebagai bagian dari perilaku sehari-harinya dan cenderung menjadi kegiatan rutin yang sulit untuk dihindari.
3.      Menelusuri Evolusi Mistik Yunani Kuno
      Kaisar bependapat bahwa hanya dengan belajar seseorang akan mendapatkan sesuatu yang berharga. Mengetahui jika Bert gemar membaca, Kaisar pun sengaja menyediakan tempat seperti perpustakaan keluarga yang dibuat untuk Bert. Selain buku, di dalam ruangan tersebut juga terdapat alat musik dan alat untuk berolahraga. Bert merupakan orang yang suka meneliti suatu permasalahan yang dianggapnya aneh, dan di ruangan tersebutlah ia meneliti segala sesuatu yang dianggapnya aneh. Ruangan tersebut menjadi tempat kerjanya Bert, dan tidak ada yang berani masuk ke dalam ruangan tersebut, karena memang dilarang oleh Bert. Hanya Kaisarlah yang berani masuk kedalam ruang kerjanya, Kaisar melihat Bert tertidur karena terlalu lelah membaca berbagai macam buku untuk mencari tahu tentang suatu hal yang mengganjal dalam batin dan pikirannya.
      Bert terbangun karena Kaisar masuk ke dalam tempat kerjanya, kemudian Bert langsung bertanya kepada Kaisar mengapa Yunani Kuno dianggap penuh mistik? Padahal dikampung ini pun terdapat banyak mistik yang kaya akan nilainya. Kaisar menjelaskan kepada Bert, bahwa Yunani Kuno sama saja dengan negri-negri lain yang ada di dunia, termasuk kampungnya ini yang memiliki banyak mistik. Hanya saja mitos yang terjadi di Yunani Kuno itu sangat kuat melebihi negara-negara lain yanga ada di dunia. Bert pun meminta Kaisar untuk memberikan contohnya, Kaisar kemudian menjawabnya dengan menceritakan sebuah dongeng yang diceritakan oleh Hesiodus, perangkai mitologi Yunani yang di susunnya dalam karya Theogonyi miliknya tentang dewa Titan (dewa-dewa penguasa bumi sebelum para dewa Olympus) merupakan dewa yang hadir pada saat bumi mengalami kekacauan dan Titan juga merupakan dewa pertama dari dewa-dewa lain, sebelum dewa Olympus hadir menajdi dewa penguasa bumi.
      Mitologi ini hanya sebagian kecil dari banyaknya mitos yang tumbuh dan berkembang di Yunani Kuno. Kaisar menyarankan agar Bert membaca tulisan K. Bertens tentang mite yang memberikan pengaruh besar dan kuat terhadap lahirnya filsuf dan karya filosofis di Yunani Kuno. Kemudian Kaisar menjelaskan kepada Bert tentang pemikiran Nurcholish Madjid (1992) yang menyatakan bahwa banyaknya mite yang berkembang dalam suatu negri atau suatu komunitas masyarakat, maka semakin besar pula kemungkinan negara atau komunitas masyarakat tersebut melahirkan sejumlah filsuf dan karya filosofis termasuk kemungkinan lahirnya ilmu pengetahuan. Kaisar menganggap bahwa mite diperlukan untuk menunjang sistem nilai hidup manusia, mite juga menjelaskan tentang eksistensi manuisa dengan lingkungannnya dengan alam sekitarnya. Selain itu mite juga menjelaskan tentang bentuk hubungan yang baik antara sesama manusia dan manusia dengan Tuhannya atau dalam islam disebut Allah.
      Kaisar menjelaskan tentang mite menurut terminologi lain yang mengatakan bahwa mite dapat menjadi pertintis lahirnya filsafat, filsafat pun dapat menjadi induknya ilmu yang melahirkan teknologi. Mite dapat memberikan jawaban sementara yang memberikan kepuasan terhadap penanya mengenai, Bagaimana manusia diciptakan? Siapa yang menciptakan manusia? Yang awalnya dijawab dengan pendekatan mistik. Namun, jawaban yang bersifat mistik tersebut suatu saat nanti akan merangsang orang untuk menelusuri lebih jauh tentang hakikat manusia dan nilai-nilai kemanusiaan yang disandangnya. Kemudian Bert bertanya kepada Kaisar, Apakah persoalan dunia juga sama dikaji dalam ruang mythe? Kaisar memaparkan jawabannya bahwa manusia dapat mempertanyakan asal-usul dunia dengan membuat pertanyaan dan jawaban yang bersifat memuaskan. Seperti, Mengapa matahari terbit dari sebelah Timur dan terbenam adari sebelah Barat, dan tidak sebaliknya?jawabannya pasti spekulatif dan filosofis, tetapi tidak ada satu pun manusia yang dapat membantah mengenai jawaban terhadap pertanyaan tersebut.
      Lalu Bert menyimpulkan apa yang telah dia dengar, tentang mythe yang dapat mencari kejelasan asal usul alam semesta dan kejadian yang berlangsung didalamnya, mite juga dapat memberikan jawaban atas sejumlah pertanyaan dasar tentang asal usul alam semesta. Jawaban yang diberikan mite atas pertanyaan dasar tentang asal usul alam semesta ini, secara teoritis kemudian disebut dengan kosmoginis yang tidak lagi murni mistik. Dan kesimpulannya ini dibenarkan oleh Kaisar. Kemudian Kaisar mengatakan bahwa Yunani Kuno dapat melakukan usaha yang serius dan sistematis dalam menyusun mythe yang diceritakan rakyat menjadi keseluruhan kajian sistematik. Mite dapat menjadi dasar lahirnya peradaban, dapat dipahami menagapa peradaban terbaik justru terlahir dari sikap masyarakat yang seimbang antara keyakinan adanya sesuatu berdasarkan fakta empiris-rasional dan adanya sesuatu dibalik yang empiris-rasional dan menjadi penggerak utama pada segala sesuatu yang tampak.
      Situasi inilah yang menjadikan Yunani Kuno sebagi pusat peradaban dunia di zamannya. Yunani Kuno mendeskripsikan situasi ini sebagai kekuatan ilmu pengetahuan, salah satunya melalui keterampilanpemikiran Socrates, Plato, dan Aristoteles. Mendengar penjelasan Kaisar tersebut Bert terpukau karena kehebatan Yunani yang menjadi peletak mistik yang mendorong manusia justru untuk selalu bepikir.
BAB III
EVOLUSI ILMU
1.      Evolusi Ilmiah
      Hari libur merupakan waktu untuk berkumpul dan berlibur bersama keluarga, begitu pun dengan Kaisar dan keluarganya. Kaisar selalu meluangkan waktu libur untuk berkumpul brsama keluarganya. Pada hari minggu Kaisar dan Bert sibuk mendiskusikan tentang evolusi ilmiah dalam lingkup dunia, kegiatan diskusi dilakukan sebelum menonton acara di televisi bersama keluarga. Ema yang merupakan istri Kaisar membawakan kopi dan bersama singkong, dan pada saat itu juga Bert bertanya kepada ayahnya mengenai rasa penasarannya tentang penyebab Yunani dikagumi dunia sebagai peletak dasar lahirnya filsafat dan bahkan ilmu pengetahuan. Bert bertanya, bagaimanakah situasi transisional ilmiah ini terjadi di Yunani Kuno.
      Kaisar memberitahu anaknya itu bahwa di Yunani Kuno ada pemikiran ulang yang mentransisikan fenomena alam yang sebelumnya penuh mistik ke ranah baru yang lebih observasional, inilah yang dimaksud transisional menurut Bert. Yunani memiliki dua generasi besar, yaitu Pra Socrates (era transisional) dan fase Sorates (kemapanan ilmiah). Pada kedua afase tersebut Kaisar memiliki corak yang berbeda satu sama lain, contohnya era pra-Socrates unsur-unsur ini masih sangat mempengaruhi walaupun upaya observasional sudah mulai dilakukan sedangkan di era Socrates, aspek observasi ini telah menjadi sesuatu yang kuat sehingga mitologi hilang. Sebelum kehadiran Socrates, Plato dan Aristoteles, Yunani Kuno dianggap menjadi negeri dongeng penuh mistik. Para pemikir Yunani Kuno mulai mencoba mengkritis pengetahuann mereka yang diperoleh dengan cara mistik ke dalam bentuk yang baru, yaitu ilmu.
      Menurut Kaisar Ilmu (sains) merupakan produk sadar atas hasil penyelidikan manusia dalam menemukan berbagai aspek dari realitas alam semesta dan relasi yang terdapat di alam. Dalam kasus tertentu ilmu terbentuk karena manusia mencoba berpikir lebih mengenai apapun yang diketahui dirinya. Kaisar menjelaskan bahwa mistik Yunani Kuno persis seperti alur cerita waayang-wayang kulit di Indonesia. Mitologi Yunani Kuno telah mendorong semangat baru di kalangan masyarakat untuk melakukan observasi tenatang perkembangan mite, dan hasilnya yaitu, telah menumbuhkan apa yang kita maksud dengan ilmu. Ada beberapa filsuf yang berupaya melakukan re-thinking terhadap mitos yaitu: Thales, Anaximandros, Anaximenes, Phytagoras, Xenophanes, Heraclitus, Anaxagoras, Leuxippos dan Democritus. Setiap filsuf memiliki metode, sudut pandang dan langkah yang ditempuh berbeda dalam meneliti teorinya masing-masing.
      Perdebatan ini, telah melahirkan dua basis metodis dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Dua basis itu terbentuk atas dua logika berpikir, yaitu logika statistika sebagaimana yang dgagas oleh Thales dan Anaximenes dan logika matematik yang diperagakan Anaximender saat menyebutkan bahwa asas kehidupan itu merupakan sesuatu yang tidak berhingga. Kaisar menjelaskan bahwa pedebatan ini telah mengisyaratkan datangnya fase baru dimana asas kehidupan terbenteng dalam jurang yang berbeda secara signifikan antara keharusan materialisme sebagaimana digagas Thales, Anaximenes, Phytagoras, Heraclitus, Leucippus, Democritus, dan kelompok idealisme yang diperagakan Anaximender, Xenophanes, dan Anaxagoras. Perbedaan ini dapat menegaskan bahwa titik berangkat logika menghasilkan titik simpul yang juga berbeda. Dan menurut Kaisar hal terpenting lainnya yang dihasilkan oleh filsuf era pra-Socrates adalah bumi yang dijadikan sebagai pusat dari segala dinamika alam, dan upaya untuk memberikan sumbangan pemikiran, bahwa manusia berperan penting dalam memperspektifkan bumi.
2.      Ilmu Dan Moral Praktis
Sudah hampir satu bulan tidak ada diskusi antara Kaisar dan Bert, mereka sibuk dengan pekerjaannyan masing-masing, Bert sedang menyelesaikan studinya di salah satu Univeritas di daerah Jawa Barat dan ayahnya bekerja sebagai guru PNS. Setelah beberapa lama akhhirnya Bert meneyelesaikan studinya, kemudian ia pulang ke rumah. Bert telah di tunggu-tunggu oleh ayahnya yang merasa sangat senang dan bangga karena Bert sudah pulang dan menyelesaukan kuliahnya dengan baik. Kaisar memotong ayam kampung sebagai tanda bersyukurnya atas ke pulangan putranya. Setelah menyelesaikan makan malam, Kaisar, Bert dan Mahrum tidak beranjak dari meja makan, mereka melanjutkannya dengan diskusi yang dimulai oleh Bert. Bert menceritakan tentang tradisi ilmiah yang dahulu di kembangkan oleh filsuf Thales dan kawan-kawannya, diteruskan oleh filsuf brilian, yaitu Socrates, Plato dan Aristoteles. Karenanya Yunani yang tadinya merupakan negeri penuh dengan mistis, tumbuh menjadi pusat perkembangan ilmu dan peradaban dunia. Yunani juga memiliki perann penting dalam mengubah paradigma berpikir manusia yang tadinya mistis menjadi lebih ilmiah, logis dan praktis. Kemudian Kaisar menambahkan pernyataan anaknya itu, bahwa Socrate, Plato dan Aristoteles lahir di Yunani Kuno yang tradisinya kuat dengan kekuatan mite, namun mereka sering di sebut sebagai deklarator penting, karena mereka mampu mengubah mite menjadi ilmu pengetahuan yang praktis.
Kemudian Bert menceritakan tentang Socrates yang dilahirkan dari ibu yang berprfesi sebagai bidan dan ayah sebagai ahli pemahat patung dari batu sampai kisahnya yang ingin mencari tahu tentang kebenearan oracle (ilham atau semacam wahyu). Socrates diagap sebagai orang paling bijak, namun beliau tidak mau kalau dirinya dianggap seperti itu, karena beliau merasa bahwa dirinya itu tidak bijak. Tetapi yang terjadi setelah Socrates mencari tentang kebenaran oracle tersebut, malah menjadi semakin jelas bahwa oracle ini memang benar. Lalu Bert menyimpulkan apa yang didapat dari perjalanan Socrates, sesuai dengan permintaan ayahnya. Manusia terbagi ke dalam empat kategori: 1) Dia tahu dan dirinya sadar kslsu dirinya tahu; 2) Ia tahu tetapi ia tidak sadar bahwa dirinya tahu; 3) Ia tidak tahu tetapi ia sadar bahwa dirinya tahu; 4) Ia tidak tahu dan ia tidak sadar bahw dirinya tidak tahu.
Kaisar menambahkan kesimpulan yang lainnya: Perkembangan pemikiran Socrates, telah menyebabkan pebijak Yunani lain tersinggung. Terutama pemikiran Socrates ini berpengaruh terhadap kaum muda Athena. Akibatnya pebijak yang lain merasa bahwa mereka telah kehilangan kewibawaannya di hadapan masyarakat termasuk di kalangan anak muda. Karena hal tersebut para pebijak Yunani melakukan gerakan masif anti Socrates. Mahrum bertanya kepada Bert, apa hikmah yang dapat di ambil dari kejadian tersebut? Bert tidak bisa menjawabnya, lalu Kaisarlah yang menjawab “Hati-hatilah terhadap mereka yang dianggap atau terhadap mereka yang merasa dirinya hebat. Mereka yang demikian itulah justru yang berbahaya.” Kemudian Bert melanjutkan ceritanya dengan mengatakan: Akhirnya, Socrates yang dikenal bijak dan bertutur kata baik juga di gemari anak remaja ini, dihukum mati setelah 280 dari 500 anggota parlemen Athena memutuskan inkusi kematian kepada dirinya. Mereka pada umumnya menyarankan kepada qadhi Athena untuk menghukum mati Socrates dengan dua tuduhan: merusak pemikiran para pemuda dan menolak tuhan-tuhan negara yang dikreasi untuk menyembunyikan kepentingan personal duniawi dan politik para pebijak yang dibungkus atas nama agama dan Tuhan.
Kaisar menanyakan tentang cerita Plato yang menjadi murid Socrates. Bert menceritakan tentang Plato yang merupakan murid terpandainya Socrates dan mencatat segala pemikiranynya ke dalam tulisan, meneruskan tradisi filosofis Socrates yang dibuat lebih praktis. Plato dikenal sebagai matematikawan dan murid yang paling brilian, ia mendirikan Akademik Platonik sebagai laboratorium perkembangan ilmu pengetahuan di Athena, Yunani. Selain dipengaruhi pemikiran Socrates, Plato juga dipengaruhi oleh pemikiran Pythagoras mengenai tiga masalah yang dikembangkan di Akademik Platonik Athena: 1) gagasan tentang komunikasi terorganisasi; 2) ide Plato tentang matematika yang mendorong manusia untuk berpikir umum dan berpikir abstrak; 3) ide Plato tentang pendekatan jiwa dalam dunia material. Plato merupakan penulis produktif, kematiannya pun terjadi pada saat dirinya sedang menulis. Bert menjawab pertanyaan Mahrum yang menanyakan tentang sumbangan yang diberikan Plato untuk dunia. Plato menyumbangkan pemikirannya untuk dunia. Ide dalam gagasan Plato, bukan hanya tentang gagasan atau tanggapan yang ada dalam pemikiran, tetapi lebih sebagai esensi manusia. Dan Kaisar menambahkan, pemikiran Plato sering disebut dualis, karena ia menganggap bahwa realitas ada dua: 1) realitas empiris yang diangap semu dan; 2) realitas mutlak yang dianggap abadi.
Plato memiliki murid yang bernama Aristoteles yang merupakan penulis produktif dalam bidang fisika, matematika, puisi, logika, retorika, politik pemerintahan, etnis, biologi, dan astronomi. Aristoteles juga membangun sebuah Untiversitas sama seperti gurunya, ia memiliki murid bernama Alexander Agung yang menjadi raja, maka pembangunan perguruan tingginya itu sepenuhnya dibantu oleh muridnya. Perguruan tingginya bernama Lyceun. Yunani Kuno berhasil melahirkan filsuf yang cukup besar, sampai saat ini belum ada yang dapat mengalahkannya. Kajian filosofi dan keilmuan modern hampir semuanya memberi rujukan terhadap ke tiga tokoh ini. Seperti ilmu tentang politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi kedokteran, dan bahkan ilmu agama selalu memberikan ruukan terhadap pemikiran mereka. Karena besarnya pengaruh yang diberikan oleh ke tiga tokoh tersebut, kemudian Bert mengutip Akbar S. Ahmed (1992) yang menyabutkan besarnya pengaruh yang diberikan mereka, telah mendorong sebagian kecil umat muslim, menyebut mereka sebagai nabi-nabi yang tidak tertulis dalam Al-Quran. Kaisar dan Marhum juga membenarkan pernyataaan Bert. Filsuf Yunani tumbuh dan dikenang sebagai pemikir yang brilian dan jenius karena mereka mampu mengubah mistis menjadi ilmu, mereka dapat mengubah pemikiran masyarakat yang mitologis menjadi logos. Filsuf Yunani memang harus disebut sebagai pendorong lahirnya ilmu  karena mereka telah merubah ilmu menjadi lebih dinamis dan praktis.
3.      Peran Sastra dalam Mentransformasi Ilmu
Bert membuat sebuah naskah tentang sastra dan pengaruhnya terhadap peradaban dunia. Dalam naskahnya Bert akan menuliskan tentang karya yang di tulis oleh Homeros yang terkenal dengam panggilan Homer. Bert sangat mengidolakan Homer, dalam naskahnya pun ia menuliskan bahwa ia ingin seperti Homer yang ahli dalam memainkan peran lakon mistik ilmiah secara konyol, ideologis, teologis, bahkan puitis. Selain itu Bert juga menuliskan tentang kisah petualangan Amerika Serikat baik di Jepang, Vietnam, Panama, Kuba, Iran, Irak, dan Afganistan. Bert juga menuliskan kekagumannya terhadap tiga tokoh yang dapat mengubah mistis menjadi ilmu pengetahuan. Dan dalam naskahnya juga Bert membuat hipotetik mengenai Indonesia.
BAB IV
MASA KEGELAPAN BARU
1.      Ilmu di Era Kristen Awal
      Suatu hari Bert membaca sebuah buku karya Nurchholish Madjid (1991), dia terkejut ketika membaca suatu ungkapan misterius tentang perbedaan tradisi awal kristen dengan muslim dalam konteks penguasaan ilmu pengetahuan. Bert kemudian menanyakan kepada Kaisar apa benar kristen berjarak dengan ilmu pengetahuan? Kemudian mahrumlah yang menjawab, jadi pada awal era kristen para filsuf itu kesulitan untuk menghadapi gerakan kaum gereja karan pada zaman itu kristen sangat elitis dan ideologis, sehingga tidak ada ruang kritis yang bersifat dialogis. Di agama keriten juga ada yang namanya rumus keterbatasan, seperti yang menguasai injil hanya pendetanya saja, beda dengan islam yang membebaskan kepada umatnya untuk dapat mengaji bahkan diwajibkan untuk bisa membaca AL-quran.
      Kemudian Bert dan ayahnya juga membicarakan tentang resiko yang akan terjadi akibat ajaran kristiani yang menempatkan ilmu pengetahuan dan agama dalam bentuk history of scientific progress bukan pada social pshicology, Kaisar juga menceritakan tentang kisah seorang wanita cantik bernama Hypatia yang menjadi korban pembunuhan kaum Gerejawan Kristen. Selain Hypatia ada juga korban pembunuhan lain yaitu, Bruno yang merupakan seorang biarawan Italia. Ia dituduh melawan Gereja karena melawan doktrin katolik. Galileo Galilei yang desebut sebagai bapak astronomi, fisika modern dan juga bapa sains awal temporer menjadi korban juga, ia menghabiskan sisa umurnya di bahwah tahanan rumah akibat melakukan perlawanan terhadap Paus Urbanus VIII. Dan Kaisar membahas kembali pasca kematian Aristoteles yang menyebabkan kembalinya Yunani Kuno menjadi ajaran praktis dan  mistik.
2.      Percik Kesadaran
      Bert membaca Novel karya Dan Brown, Simon Sebag yang berjudul The Biography, Jonathan Black dengan judul The Secret History of The World dan buku Abraham Park yang berjudul Silsilah di Kitab Kejadian. Bert ingin mecari tahu tentag makna Stoe sendiri, ia selalu mencari sesuatu dengan berusaha sendiri. Dia menyimpulkan bahwa Stoe berasal dari arsitektur Yunani Kuno yang dibangun oleh para intelektual mereka, meneyerupai jalanan tertutup. Bert menganggap bahwa Stoe melambangkan sebuah gedung yang meukiskan tentang keharmonian dalam hidup. Bert menganggap Stoe mirip dengan serambi Ka’bah yang menjadi tempat bekumpul banyak orang dengan latar belakang yang sangat beragam. Bert menceritakan tentang tokoh-tokoh Keritenn seperti, Epikourus yang dianggapnya sebagai seoarang filsuf, beliau memanfaatkan Stoe sebagai tempat pengembangan ilmu pengetahuan. Bert memuji Epikourus yang berani menyatakan bahwa filsafat memiliki tujuan yang positif yaitu bagaimana manusia mencapai kebahagiaan hidup. Beliau juga yang merumukan bahwa awal kematian merupakan akahir dari apapun, sebagaimana telah diperagakan Socrates dan Bruno dari tubuh dan jiwa dirinya, dan ia menganngap bahwa alam semesta tidak terbatas dan kekal.
      Tokoh lainnya adalah Platinus merupakan seorang penulis produktif pemikiran Plato yang dikembangkan ke arah yang lebih praksis. Berliau mengembangkan teori unik mengenai aakal, persepsi dan pengetahuan. Saint Agustine atau Aurelius Augustinus yang dikenal sebagai dokter dari gereja dan pemikir kristen yang signifikan. Ia melahirkan ajaran kriten dalam sistem teologis ilmiah. Saint Anselm juga tokoh kristen yang penting pada abad kesebelas masehi, karyanya membahas tentang kesatuan sifat Tuhan, kehendak manusia dalam memilih, teori tentang kebenaran dan kedilan dan implikasi teori dosa asal manusia. Tomas de Aquino merupakan dokter gereja Italia, biarawan sekaligus imam katolik Roma. Ia seorang filsuf yang disegani dan ahli dibidang etika, hukum alam, metafisika, dan teori politik. Hampir dari semua tokoh tersebut cenderung menggunakan pemikiran Socrates dan Plato, dan cenderung meninggalkan pemikiran Aristoteles. Dan sebelum tertidur Bert menuliskan sesuatu yang akan di unggahnya ke media sosial.
BAB V
CAHAYA BARU DI MEDITERANIA
1.      Mediterania
Sebelumnya Bert telah mencari tahu tentang kaum gereja, saat ini Bert ingin mencari tahu tentang peran islam terhadap membangun peradaban, mengembangkan ilmu pengetahuan dan bagaimana islam membangun ilmu pengetahuan, selama mencari tahu hal tersebut Bert menghabiskan waktunya di perpustakaan. Bert sangat ingin mengetahui mengapa ISIS di Iran, Irak dan Suriah sangat diperhatikan perkembangannya oleh dunia, dan mengapa juga bangsa Barat dan sekutunya juga bangsa Timur Tengah, takut terhadap radikal tersebut.
      Untuk mengetahui informasi tentang Mediterania, Bert membagi ceritanya dengan temannya yang bernama Lana. Lana ini merupakan figur intelektual muda yang senang memperlajari tentang perkembangan filsafat dan Ilmu di Sumeria. Bert mendapatkan banyak informasi dari Lana tentang Mediterania yang merupakan wilayah di kawasan Laut Tengah dan ISIS yang merupakan suatu kelompok yang dibuat orang yang ingin menguasai wilayah tersebut.
2.      Karakter Dasar Mediterania
      Setelah mendengarkan penjelasan Lana tentang Mediterania, Bert berpikir bahwa Mediterania merupakan bangsa yang unik. Penghuni Mediterania mayoritas adalah masyarakat muslim. Bert teringat dengan guru ngajinya yang bernama kyai Kholid dan Ustadz Sayyid yang mengatakan bahwa turunnya ayat 1-5 surat Al-Alaq itu berkaitan dengan meditasi Muhammad di gua yang ada di Gunung Tsur. Dalam pembahasan ayat tersebut, Allah memerintahkan manusia untuk membaca dan menulis, karena manusia harus menyadari bahwa dirinya dicpitakan dari sesuatu yang paling hina, dan dengan ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui perantara membaca dan menulis manusia bisa merubah dirinya ketingkat yang lebih mulia.
3.      Watak Ilmiah Mediterania
      Bert merasa bingung dengan istilah kafir zindik yang ada pada rasionalis muslim, Muktazilah. Bert berteman dengan Leman, namun sering kali berbeda pendapat dalam suatu hal, tetapi kali ini mereka malah mumuja atas keberhasilan kaum rasionalis Muktazilah dalam membangun peradaban masyarakat muslim dalam puncak peradaban yang luar biasa, sampai ketingkat dunia. Bert pernah menyampaikan tentang kebesaran islam lahir karena karya Muktazilah di sebuah simposium. Namun hal tersebut di tolak oleh Maskub yaitu teman sekaligus seniornya Bert. Ia lebih memilih bahwa kebesaran islam justru pada saat khalifah Al-Rasyid berkusa. Ajaran islam justru menjadi ambigu karena pemikiran filosofi tersebut, yang banyak dipengaruhi oleh paganisme Yunani Kuno dan pikiran filosofi Kristen Awal.
      Tetapi Bert masih kebingungan dengan perkembangan ilmu di masyarakat Muslim yang mengalir memengaruhi dinamika ilmu pengetahuan Barat temporer. Karena rasa penasarannya Bert berusaha mencari tahu apa itu Muktazilah, dan setelah mencari tahunya dia dapat menyimpulkan bahwa Muktazilah merupakan salah satu ajaran teologi  dalam islam. Namun pemikirannya tersebut kurang diterima oleh ulama Sunni, karena mereka dianggap lebih menggunakan akal manusia dibandingkan dengan menggunakan tradisi, termasuk tradisi kenabian. Sedangkan kkelompok Sunni menanggap bahwa tradisi merupakan bagian dari prinsip-prinsip dasar dalam pengambilan hukum islam.
      Bert menyimpulkan bahwa islam yang di bentuk oleh nabi Muhammd menjadi penyelamat filsafat dan ilmu pengetahuan Yunani, jika kristen menganggap filsafat Yunani Kuno itu skuler dan berbau paganistik, maka islam memandang sebaliknya. Ada dua alasan mengapa islam menjadi penyelaman ilmu pengetahuan termasuk filsafat Yunani Kuno: Pertama, dorongan keeagamaan terdapat di nash-nash Al-Quran. Dalam Al-Quran terdapat ayat-ayat yang membahas tentang pentingnya ilmu pengetahuan. Dengan demikian, telah menunjukkan bahwa Al-Quran mendorong umat manusia untuk menuntut ilmu dan mengembangkannya. Kedua, setelah seratus tahun wafatnya nabi Muhammad, islam dapat membuktikan keberhasilannya untuk menguasai sesuatu, khususnya wilayah kekuasaan Islamiyah, seperti persentuuhan dua wilayah yaitu peradaban Timur Tengah, ddengan sikap kreatif fan peradaban masyarakat lain seperti Persia.
4.      Pemikiran Brilian Muslim Mediterania
Suatu hari Bert di minta oleh kyai sepuh pondok pesantren untuk hadir dalam acara reuni untuk memberikan motivasi kepada junior-juniornya agar mereka menjadi lebih semangat. Kemudian tibalah waktunya untuk Bert berbicar, pertama ia mengucapkan puji syukur, permohonan maaf dan rasa syukur atas diizinkannya untuk berbicara di depan para santri. Kemudian Bert menyampaikan materinya tentang kebingungannya akan banyaknya umat muslim di Indonesia yang memuja keberhasilan islam di Mediterania, namun malah menghujat kaum Muktazilah yang justru memiliki peran atas keberhasilan dalam islam. Dan masih banyak saja para pembicara seperti, kyai, dai dan penceramah lainnya yang mengatakan bahaya yang mungkin terjadi kaarena berkembangnya paham Muktazilah di Muslim Nusantara. Para santri terkejut dengan pembicaraan Bert, karena itu sangat bertentangan sekali degan apa yang dikaji di pesantren.
Kemudian Bert membicarakan tentang imuwan-ilmuwan Muktazilah, seperti Abu Nasr Muhammad bin Muhammad Ibnu Turkhan Ibnu Uzlaq Al Farabi, Ibnu Sina, Abu Bakar Muhammad bin Zakaria al-Razi,Ibnu Hitam, yang pemikirannya tersebut dikombain dengan dinamika Yunani Kuno. Bert terus saja mengatakan bahwa filsuf tadilah yang menyebabkan lahirnya sebuah pemikiran yang luar biasa, bukan hanya untuk islam melainkan untuk seluruh dunia. filsuf tersebut diakui telah menjadi pewaris ideal bagi perkembangan filsafat Yunani dan ilmu pengetahuan sampai saat ini. Islam juga telah dianggap sebagai penyelamat dan pengembang filsafat dan ilmu Yunani. Bert berharap kepada santri agar tidak ada yang tumbuh menjadi pembunuuh imuwan, malah justru harus menjadi penyelamat dan pengembang ilmu pengetahuan dan juga menghormati orang-orang yang telah berjasa dalam mengembangkan ilmu, walaupun berbeda kepercayaan ataupun ideologi yang dianut.
      Setelah menyelesaikan materinnya, ternyata kyai sepuh pun meyakini bahwa apa yang telah disampaikan oleh Bert itu merupakan kebenaran sejarah. Dan kyai sepuh secara tidak langsung mengatakan bahwa politik sering kali menyebabkan keretakan yang terjadi pada sesama umat islam, Bert dan seluruh santri pun terkejut setelah mengetahui bahwa  kyai sepuh memahami tentang dinamika pplitik islam.
5.      Produk Metodologi Muslim Mediterania
      Jika memang intelektual muslim yang menjadi pelopor lahirnya ilmu praktis, lalu metode apa yang digunakan oleh masyarakat muslim dalam mengelaborasi ilmu? Ini menjadi pikiran bagi Bert. Untuk mengetahui hal tersebut, maka Bert dan grupnya sebanyak 17 orang mengadakan studi yang disebut Central For Philosophy and Social Problem Studies. Bert membagi tiga metodologi kedalam tiga grup.
      Pertama, Bayani yang di bahas oleh Kikim Tarkim, isinya mebahas tentang sumber ilmu bukan hanya harus empiris dan rasional, tetapi harus memiliki patokan ilahiat. Seperti Al-Qurasn, Injil, Taurar dan Zabur, beoleh juga menggunakan Al-Hadits. Metode berpikir islam biasanya menggunakan penelaahan dari ayat-ayat Al-Quran dan hadits nabi. Hasil atau produknya yaitu, dalam bentuk tafsir, fiqh contohnya Mazhab Ahmad Ibnu Hanbal, Maliki, Abu Hanifah dan Syafi’i, yang kemudian detilnya dijelaskan oleh Bert mengenai para ahli islam.
      Kedua, Burhani yang dipaparkan oleh Nanan Abdul Manan. Metode ini telah berhasil mempengaruhi para pemikir muslim, pendekatan Burhani dapat menyusun cara kerja keilmuan dan mampu melahirkan sejumlah teori dan praksis ilmu seperti: ilmu-ilmu biologi, fisika, astronomi, geologi dan bahkan ilmu-ilmu kedokteran.
      Ketiga, metode Irfani yang di paparkan oleh Bert. metode ini disebut sebagai model penalaran yang didasarkan atas pendekatan dan pengalaman spiritual seseorang dibalik realitas yang tampak. Pendekatan Irfani mampu menyusun dan mengembangkan ilmu-ilmu kesufianberkontribusi dalam pemikiran dan aksi dengan basis metodologi ini cukup banyak. Cara bekerja antara ketiga model ini  idealnya memang bersatu dalam satu koherensi logis yang saling mendukung. Namun faktanya dalam sejarah tidak demikian, ketiga model ini satu sama lain bergerak dan berjalan sendiri.
6.      Pudarnya Tradisi Ilmiah Muslim Mediterania
      Jika memang intelektual muslim sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan ilmu dan peradaban dunia, mengapa saat ini islam malah terbelakang? Setelah Bert membaca pemikiran Rasyd Ridha, dia menyimpulkan bahwa kumunduran islam ini akibat kaumnya meninggalkan tradisi muslim yang intelek (budaya yang ditinggalkan muslim). Setelah umat islam berhasil menjalankan peran yang cukup penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan filsafat, mereka meninggalkan tradisi leluhurnya yang agung. Para pemikir muslim menganggap bahwa turunnya minat masyarakat muslim terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan muncul setelah AL-Ghazali merumuskan tentang penolakan terhadap filsafat secara terang-terangan. Dengan menurunnya minat umat muslim dalam mengembangkan ilmu pegetahuan dan filsafat, dimanfaatkan oleh dunia Barat untuk mengambil ilmu dan peradaban yang dibangun oleh umat muslim.
BAB VI
BARAT MODERN DAN TRADISI TEKNIKISME
1.      Masuknya Tradisi Ilmu ke Dunia Barat
      Seluruh keluarga Bert berlibur ke Sanur Bali, namun disaat semua pergi Bert malah diminta oleh Kaisar untuk membaca buku yang salah satunya yaitu falsafatuna. Dalam hati Bert sebenarnya ingin sekali ikut ke Bali, namun jika Kaisar yang meminta, tidak akana ada seorangpun yang dapat menolaknya. Kemudian Bert, Kaisar dan Marhum makan, seperti biasa Kaisar selalu mengajak berdiskusi, beliau menanyakan mengapa dunia islam terbelakang dan mengapa Barat maju? Namun Bert dan Marhum tetap diam dan kemudian Kaisar kembali berbicara. Beliau mengatakan bahwamajunya Barat karena filsafat Avveros (Ibnu Rusyd)yang cenderung Aristotalian masuk ke Eropa melalui Cordova, Spanyol, dan dahulu Spanyol pernah dijaajah oleh islam. Bert terkejut ketika islam menjajah Spanyol, kemudia ia langsung bertanya kepada Kasisr, apakah benar seperti itu? Bukankah islam merlarang adanya penjajahan? Kaisar menjelakan, selama hampir 500 tahun islam menjajah Spanyol, namun tidak ada bangsa Spanyol yang masuk islam. Ketika itu islam bukan menyebarkan dakwahnya, tetapi malah lebih ingin menguasai politik dan  ekonominya. Bert bertanya tentang bagaimana kronologinya, kemudian dijelakan oleh ayahnya.
      Selain itu mereka bertiga  membicarakan tentang aliran filsafat yang sama dengan aliran teologi, maksud dari kalimat vulgar-positivistik yang cenderung Ateistik, dan kaitan antara Ibnu Rusyd dengan kemajuan Barat temporer. Bert dan Mahrum sangat kagum mendengarkan penjelasan Kaisar yang sangat luar biasa, mereka mengetahui bahwa pemikiran Kaisar sangat dalam memahami segala dinamika dinamika keilmuan masyarakat dunia yang begitu luas. Setelah selesai makan mereka bertiga pindah ke sofa untuk menonton televisi, mereka tertidur di sofa sampai terbangun saat mendengar suara adzan subuh, kemudian mereka melaksanakan sholat berjamaah di rumah.
2.      Ilmu dan Paradigma Barat
      Beberapa minggu kemudia datanglah segerombolan orang Australia dan Inggris dengan menggunakan mobil mewah masuk ke desa pedalaman. Mereka diduga menganut agama kristen, karena menggnakan kalung yang berlambangkan salib. Selain itu, ada juga orang Indonesianya yang juga menggunakan salib dan terlihat arogan. Kurang dari dua bulan mereka mulai menggoda umat islam di kampung agar meninggalkan tradisi dan agama islam yang dianutnya. Mereka juga menganggap bahwa adzan telah mengganggu waktu istirahat dan bekerja. Mahrum melaporkan hal tersebut kepada Kaisar. Kaisar berkata dengan lembut, biarkan saja mereka belum tahu bagaimana kontribusi umat islam kepada mereka. Tanpa ada umat islam tidak mungkin bangsa Barat dan Eropa mengenal peradaban, selain itu islam juga ikut andil atas kemajuan mereka. Jadi sangat keterlaluan jika mereka mengganggu keimanan masyarakat desa.
      Kaisar kemudian menjelaskan tentang tanda-tanda kebangkitan Barat dan Eropa beserta para tokoh yang berpengaruh. Lalu Kaisar membicarakan tentang dua faktor yang menyebabkan Barat dan Eropa dapat mengenal peradaban yaitu:
      Pertama, masuknya filsafat Ibnu Rusyd yang Aristotalian dengan sendirinya membawa pemikiran filsuf lain di generasi sebelum Ibnu Rusyd yang berkembang di Cordova, Spanyol saat islam masih menguasai negri ini.
      Kedua, pada saat terjadi perang salib kurang lebih tiga abad di Timur Tengah, umat islam tidak kalah dengan kristen. Dari tiga belas kali perang hanya tiga kali islam kalah dan itu pun tidak fatal. Meskipun begitu, masyarakat non-muslim belajar peradaban mayarakat muslim dari perang salib tersbut. Sebelum perang salib berlangsung, peradaban di Barat dan Eropa sangat tertinggal, memakai WC saja mereka tidak biasa. Dari situlah mereka belajar mencintai ilmu dan mengembangkannya di negri mereka.
      Lahirnya keilmuan Barat yang sekuler, telah menyebabkan ilmu teknologi berkembang dengan pesat, sekaligus menghilangkan nilai spiritual yang ada dan cenderung melahirkan sikap ateistik. Kaisar mengatakan bahwa dunia ini selalu mencari titik keseimbangan. Ketika ada gerakan masif untuk membuat sekularisme, maka pasti ada juga gerakan masif yang melahirkan gerakan sebaliknya. Dengan demikian wajar saja bila saat ini perkembangan ilmu sains dan teknologi menggunakan model dan ide-ide ala ilmu alam, karena ilmu alam dianggap sebagai suatu yang akurat dan dapat dibuktikan secara empiris yang nilai benarnya harus secara fakta dan nyata.
3.      Capaian Barat dalam Dunia Ilmu
      Bert menuliskan capaian yang berhasil dibangun sejak kevakuman islam di abad ke-13. Bert mengagumi perubahan ilmu pengetahuan yang dihasilkan oleh filsuf dan ilmuwan Barat modern yang terus berkembang sampai saat ini. Bert membaca teori Einstein yaitu quatum dan mengatakan bahwa Einstein dapat mengubah persepsi dunia, ilmu dan sifat-sifat dasar dan perilaku sedemikian rupa, sehingga para pakar dapat melanjutkan penelitiannya ke ranah yang lebih praktis. Dampak dari karya Einstein ini menyebabkan manusia modern dapat mengembangkan ilmu dasar, seperti fisika, astronomi, kimia, biologi dan molekuler yang telah dibangun Yunani dan dunia islam menjadi ilmu pengetahuan yang lebih luas dan mendalam.
      Saat ini perkembangan ilmu sudah sangat pesat, seperti kemampuan untuk membuat bayi tabung dan menciptakan manusia jenis kloning. Namun disetiap kehidupan bangsa Barat dan Eropa saat ini tidak mengapresiasikan terhadap masyarakat muslim, padahal muslimlah yang telah menyelamatkan ilmu pengetahuan dan filsafat Yunani Kuno dan membuat mereka mengetahui peradaban. Dan berkat muslim juga Barat modern dapat megembangkan ide-ide normatif. Bert ingin terus melakukan kritik seperti Toynbee, Russel dan Popper terhadap pemikiran Plato yang fasisi dan akan berakibat fatal terhadap sikap pandangan masyarakat Barat dan Eropa terhadap para kritikus itu sendiri.
BAB VII
SEJARAH YANG HILANG
Tidak Perlu Disembunyikan
      Saat itu Bert terlihat sangat galau, isah yang perupakan pembantunya merasakah kegalauan majikannya itu, namun dia juga tidak mengetahui apa penyebabnya. Lalu terdengar suara adzan maghrib yangdikumandangkan oleh Usman, namun Bert tetap saja diam dan tidak bergegas untuk sholat, bahkan ia sampai berpikir untuk apa sholat. Namun ia langsung beristighfar dan memohon maaf kepada Tuhan. Perjalanan dua tahun terakhir ini membuatnya terpana akan kehebatan dunia dan para pemikir yang lahir karenanya. Ia merasa bingung mengapa ada fase yang hilang atau dihilangkan, padahal fase tersebut telah menentukan kemajuan ilmu dunia. masyarakat Mediterania yang muslim saat ini seolah pupus ditelan kekejaman gerakan radikal islam, fasisme dan permasalahan mazhab didalamnya. Namun demikian Bert tetap bangga dengan agama yang dianutnya yang pada akhirnnya telah menunjukkan harapan yang besar bahwa dunia islam tidak seperti persepsi kebanyakan pihak.
      Bert selalu menjadikan zaman Yunani Kuno sampai abad modern sekarang menjadi tema yang diankgatnya dalam pembahasan even ilmiah yang diikutinya. Ia bertujuan agar yyang sepemikiran dengannya dapat melihat sejarah pengetahuan yang pernah berkembang dalam sejarah manusia. Bert berharap manusia modern dapat menghargai komunitas yang telah menyelamatkan filsafat dan ilmu pengetahuan, termasuk dunia islam. Meski islam jauh tertinggal dibandingkan dengan agama lain, baik dari segi ekonomi, politik, kebudayaan dan peradaban, namun islam memiliki pengaruh dan pengalaman yang kuat dalam melahirkan kembali ilmu pengetahuan yang telah dimatikan oleh kaum Gerejawan dan mitologis Yunani. Di era islam filsafat dikembangkan di Yunani ke dalam teori-teori pengetahuan yang praksis dan mapan juga mengandung nilai spiritualitasnya yang tinggi. Komunitas dengan sombongnya menganggap bahwa perkembangan yang terjadi ini berjalan dengan sendirinya dan mengkalim bahwa modernitas secara tunggal hanya dihasilkan oleh sekelompok orang atau komunitas tanpa sedikitpun memperoleh sumbangan dari kelompok lain. Padahal seharusnya mereka mengakui bahwa kemajuannya saat ini merupakan lanjutan logis dari perkembangan pemikiran manusia sebelumnya. Ilmu berkembang dari zaman ke zaman dan tidak mungkin bangkit jika tidak ada muslim di Timur Tengah.
      Pada saat dalam sebuah simposium, Bert memberikan pernyataan: ketika filsuf Yunani seperti Socrates, Plato dan Aristotales mengembangkan empirik-rasional, corak ini sebenarnya menjadi antitesis dari corak Yunani awal yang mistis. Artinya, semangat empirik-rasional sensual yang lahir di Yunani, sebenarnya merupakan respon dari corak sebelumnya yang tidak menghargai aspek ini, bahkan cenderuk mistik. Fakta lain dari umat islam yang mengambil sikap kompromistik dalam bingkai sains kemudian diambil oleh angsa Barat dengan sikap keilmuan seperti Yunani Kuno. Dunia barat merubah akar keilmuan yang kudus kearah ilmu yang benar-benar sekuler. Akibatnya, banyak gugatan terhadap pencapaian pengetahuan dunia Barat. Barat dianggap telah gagal dalam memartabatkan manusia dan terkesan terlalu bersemangat ingin menjadi pemimpin bumi dan terlalu berambisi melakukan generalisasi.
      Menurut Bert sebenarnya bangsa Barat telah gagal dalam mencapai tujuan terbentuknya manusia yang memiliki keterampilan duniawi dan bertanggung jawab untuk masa depan kehidupan manusia yang lebih abadi atau surgawi. Jika toleran terhadap suatu kebenaran, maka disitulah dimensi kemanusiaan terbentuk. Namun bagaimana hal tersebut dapat terbentuk, jika dalam konteks penghormatan pun tidak mampu dilakukan, terlebih jika berupaya melupakannya.

Komentar

Postingan Populer