Resume Filsafat Pengetahuan
RESUME BUKU
Judul: Filsafat Pengetahuan
Penulis: Prof. Dr. Cecep Sumarna
Penerbit: PT Remaja Rosdakarya (Cetakan Pertama, Agustus 2016)
BAB I
FILSAFAT PENGETAHUAN
1.
Penididkan dan Logika Berpikir
Penulis menggambarkan tentang pendidikan di Indonesia
yang mengalami kegagalan, karena kurangnya kemampuan atau keahlian yang
dimiliki oleh pendidik dan tenaga kependidikan, yang berdampak pada hasil
belajar anak. Penulis juga menjelaskan bahwa pendidikan di Indonesia lebih
mengedepankan kuantitas ketimbang kualitasnya, dan juga rendah dalam
menumbuhkan kreativitas siswa. Penulis berharap agar segera dilakukannya
pembenahan pembelajaran dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi dengan
mengubah cara berpikir anak supaya lebih krisis dan terurai yang disesuaikan dengan
tingkatan pendidikannya.
2.
Mengapa Filsafat Pengetahuan?
Penulis kurang setuju dengan masih seringnya mata kuliah
Filsafat Pengetahuan dianggap kurang bermakna, kurang relevan dan kurang
berdaya guna. Bahkan dianggap mata kuliah asing oleh sebagian orang. Padahal di
beberapa Perguruan Tinggi ternama dunia mata kuliah ini malah menjadi mata
kuliah primadona. Menurutnya, mata kuliah ini seharusnya telah diajarkan dari
sebelum seseorang menjadi calon mahasiswa, karena jika mata kuliah ini
diajarkan sesuai dengan proporsi, maka akan memberikan arti tentang pentingnya
penemuan orientasi, tujuan, jalan, dan peta kehidupan seseorang. Dan membuat
seseorang menjadi figure yang memiliki keberanian untuk memilih dan menentukan
pilihan hidupnya sendiri atas dasar pemikiran yang logis. Adanya problem
mengenai kekeliruan pandangan di atas yang beranggapan bahwa Filsafat
Pengetahuan diidentikkan dengan Ilmu Filsafat membuat banyak pihak rancu dalam
memahaminya.
Bukan hanya logiko, verifikatio, hypotetiko yang
dikaji dalam filsafat pengetahuan. Filsafat pengetahuan mengkaji persoalan
tersebut, ditambah dengan kajian keilmuan lain, mulai dari pertanyaan terdasar
seperti apa itu pengetahuan, bagaimana pengetahuan itu didapat? Sumber
pengetahuan itu apa dan apa metode yang digunakan untuk mendapatkannya?
Logika-logika apa yang menyebabkan sesuatu itu diperoleh? Inilah bagian
lainnya, dimana peserta didik akan terlatih untuk berfikir kristis, tetapi juga
dapat memberikan solusi terhadap sebuah sudut pandang. Mata kuliah ini, mengkaji
perkembangan ilmu, dan karakter keilmuan. Menurut penulis, filsafat pengetahuan
itu koheren, lengkap, dan menyentuh hampir semua dimensi yang terdapat dalam
kajian keilmuan, khususnya dalam konteks pembentukan logika berfikir. Filsafat
dan ilmu pengetahuan hampir tidak ada batasnya, mulai dari Plato di era Yunani
Kuno sampai Al-Kindi di Mediterania. Namun pada perkembangan selanjutnya,
filsafat dan ilmu dipisahkan. Ilmu bercabang dengan sangat banyak dan luas
dengan tingkat perubahan yang sangat tinggi.
Filsafat yang awalnya di sebut sebagai induknya ilmu,
karena pada awalnya ilmu lahir dari filsafat. Namun perkembangannya terpaksa
berhenti karena terkalahkan oleh perkembangan ilmu yang salah satu produknya
adalah teknologi. Sebab itulah ada anggapan bahwa filsabat tidak dibutuhkan
lagi bahkan kurang relevan untuk dikembangkan. Manusia saat ini lebih
membutuhkan ilmu yang praktis tidak seperti filsafat yang sulit untuk
“dibumikan” dan cenderung melangit.
Penulis tidak setuju dengan masalah di atas, menurutnya
ilmu yang telah tumbuh menjadi kelompok pengetahuan yang terorganisasi dan
tersusun secara sistematis, dalam banyak kasus tidak mampu menyelesaikan
peroalan. Penulis sependapat dengan AM. Saefudin (1991), yang menyatakan bahwa
filsafat dapat ditempatkan pada posisi maksimal pemikiran manusia yang tidak
mungkin pada taraf dan tahap tertentu terjangkau oleh perkembangan ilmu
pengetahuan. Ilmu selalu diperoleh melalui proses uji coba yang dilakukan
secara mendalam(deepening) agar seseorang mendapatkan esensinya, sedangkan
filsafat bersifat priori, yang salah satu tugasnya menarik kesimpulan dari data
empiris seperti dituntut ilmu ke lapangan pemikiran. Filsafat bersifat
spekulatif dan kontemplatif, berbeda dengan sifat ilmu yang selalu menuntut
agar menjadi praktis.
Tidak semua filsuf dapat disebut imuwan begitupun
sebaliknya, tidak semua ilmuwan dapt disebut filsuf. Keduanya sama-sama
menggunakan aktivitas berfikir, walaupun aktivitas berfikirnya berbeda, dan
hasil kerja filsuf dapat menjadi pembuka lahirnya ilmu. Dari perbedaan yang ada
antara ilmu dan filsafat juga cara kerja filsuf dan ilmuwan, terdapat
persamaannya yakni sama-sama mencari kebenaran. Ilmu bertugas melukiskan
semesta sedangkan filsafat bertugas menafsirkan kesemestaan. Filsafat dapat menjadi
pembuka lahirnya ilmu dan berfungsi sebagai cara kerja akhir ilmuwan. Dapat
dilihat hampir tidak ada satupun cabang ilmu yang lepas dari filsafat atau
tidak terkait dengan persoalan fisafat. Bahkan ada disiplin filsafat yang
khusus mengkaji ilmu pengetahuan. Rumusan ilmu yang dimaksud itu disebut
filsafat pengetahuan, yang berkembang dalam cabang baru yang disebut sebagai
filsafat pengetahuan.
3.
Mengapa Ditulis dalam Bentuk Novelat
Penulis yang
merupakan seorang dosen dengan Mata Kuliah Filsafat Pengetahuan mengeahui bahwa
banyak mahasiswa yang gemar berpikir, tetapi mereka tidak gemar membaca dan
menulis. Agak sulit untuk mengajak mahasiswa membaca kajian filsafat yang
secara tidak langsung memkasa pembacanya untuk berpikir kritis, terutam di
zaman sekarang ini yang semuanya sudah dibuat
menjadi serba praktis. Karena kebanyakan orang melihat novel dari
covertnya, maka dari itu penulis mengusulkan nama mata kuliah ini menjadi
Filsafat Pengetahuan dan Metode Berfikir.
Penulis juga
bercita-cita tulisannya ini bukan hanya ditujukan untuk mahasiswa atau
orang-orang yang mengenyam pendidikan saja, beliau berharap semua masyarakat
baik masyarakat akademis maupun non-akademis dapat membacanya. Maka dari itu
dibuatlah olehnya suatu karya novelat yang tulisannya ringan, mudah dipahami namun memiliki efek besar bagi
pembacanya. Selain itu, filsafat lahir karena budaya sastra budaya seni dan
budaya frasa rakyat, yang menjadi keunggulan lain bagi penulis yang akhrinya
memutuskan untuk membuat kajian filsafat ke dalam bentuk novel.
BAB II
GERAK DINAMIK DARI
MITOS KE LOGOS
1.
Evolusi Ilmiah
Ada sebuah keluarga
unik yang tinggal dipedalaman, keluarga ini memiliki enam orang anak yang
memiliki sifat dan karakter berbeda. Dari ke enam anaknya hanya satu yang
mengikuti kebiasaan kaisar yaitu Bert. Bert gemar sekali membaca sama seperti
Kaisar, maka dari itu Kaisar sering mengajak Bert untuk berpikir tentang
sesuatu ketika Kaisar menemukan masalah yang agak sulit untuk diselesaikan.
Kaisar meminta Bert untuk merenungkan tentang dinamika sosial yang terjadi pada
budaya disekitarnya dan membaca berbagai macam referensi kehidupan untuk
menambah wawasannya. Mereka biasanya berdiskusi di depan tungku api, kebun
ataupun pematangan sawah pada sore hari. Bert mendiskusikan tentang teknologi
informasi. Diskusi tersebut berlangsung pada pagi hari di depan tungku api
sambil menonton tv. Kaisar sangat bangga dengan adanya TPI (Televisi Pendidikan
Indonesia) yang untuk pertama kalinya tanyang di tv. Menurutnya TPI telah
menambah jumlah siaran televisi yang sebelumnya hanya ada TVRI dan dapat
mengubah jam tanyang yang tadinya hanya ada malam, menjadi siang.
Kaisar berkat
kepada anaknya, bahwa abad baru telah muncul. Abad dimana kamu tidak lagi murni
menjadi manusia desa dan abad ini akan membawamu ke alam yang luas karena dunia
akan dipersempit. Bert pun bingung dengan ucapan Kaisar yang mengatakan bahwa
alam ini luas namun yang luas itu dipersempit. Karena Bert terlihat
kebingungan, kemudian Kaisar mengatakan, inilah bagian dari dialektika berpikir.
Lalu Kaisar memberi tahu bahwa ilmu yang dikembangkan terus-menerus oleh
manusia dari dulu sampai saat ini melahirkan anak turunannya dalam bentuk
teknologi, salah satunya teknologi informasi. Beliau mengingatkan anaknya itu
untuk tetap membaca, walaupun sudah ada televisi, karena dengan adanya televisi
secara perlahan akan mengubah Bert dari seorang pembaca menjadi penonton
dan pendengar. Sambil menonton tv Kaisar
berkata kepada Bert bahwa ilmu lahir karena adanya filsafat, lalu ilmu
melahirkan anak yang baru yaitu teknologi yang kemudian melahirkan anak yaitu
teknologi informasi. Bert pun tersenyum sambil menganggukan kepalanya dengan
memikirkan perkataan Kaisar yang membuatnya bingung dan sulit untuk dipahami
maknanya.
Bert pun semakin
bingung ketika Kaisar mengatakan bahwa segala sesuatu yang ada di muka bumi ini
merupakan lanjutan dari peristiwa satu ke peritiwa lainnya yang dipengaruhi
oleh peristiwa sebelumnya. Dan setiap zaman pasti memberikan pengaruh atau
perubahan yang terjadi akibat peristiwa yang dialami umatnya. Lalu Bert pun
bertanya kepada Kaisar, jika suatu fase merupakan lanjutan dari fase sebelumnya
dan fase satu dengan yang lainnya saling mempengaruhi, mengapa ada yang
mengklaim tentang kebaikan satu fase dengan fase lainnya. Kaisar menjawab bahwa
dari dulu sampai sekarang manusia tetap menjadi manusia yaitu makhluk mulia
sekaligus makhluk hina. Menurut Kaisar tidak ada satupun manusia yang
mencermikan atau menggambarkan kebaikan yang murni ataupun keburukan yang
murni. Manusia itu berbeda dengan malaikat yang tercipta hanya untuk mentaati
segala perintah Tuhan tanpa sedikitpun berpikir untuk mengingkari-Nya. Manusia
juga berbeda dengan setan yang telah menjadi musuh manusia sejak diciptakan
oleh Tuhan dan selalu mengingkari perintah Tuhan. Manusia itu tidak pernah
selamanya menjadi baik atau sholeh dan tidak selamanya juga menjadi makhluk
jahat atau pendosa. Sewaktu-waktu manusia dipaksa untuk berada pada sisi kiri
sebagai lambang kedurhakaan dan berada disisi kanan sebagai lambang kesalehan.
Bert pun bertanya
kepada Kaisar apakah manusia sadar akan hal itu?, Kaisar menjawab bahwa manusia
itu sesungguhnya sadar, namun secara natural hal tersebut sering berlalu atau
terlupakan. Kaisar mengatakan bahwa segala sesuatu pasti ada yang mengawali
walaupun sangat kecil nilainya dan berakhir dengan pengearuh yang timbul
karenanya. Setelah mendengarkan pernyataan Kaisar itu, Bert mulai meragukan
teori yang dipercayainya yang menyatakan bahwa segala sesuatu itu berasal dari
titik nol. Bert menganggap bahwa Kaisar menganut paham evolutif biologis
seperti Charles Robert Darwin (1809-1882 M) dan ia ingin mendebat Kaisar karena
kurang sependapat dengan teori-teori yang di ungkapkan oleh Kaisar, kemudian
Bert bertanya kepada Kaisar, berarti dirimu merupakan pengikut Darwin?.
Kemudian Kaisar menjawab sambil tersenyum dan mengatakan bahwa kontribusi
ilmiah atau proses evolusi Darwin harus diakui telah membuat Biologi menjadi
kajian atraktif untuk diteliti. Teori Dawin yang menyatakan bahwa semua spesies
yang hidup selalu berlangsung secara turun-temurun dari waktu ke waku sangat
sulit diabaikan atau ditolak. Dalam konteks kehidupan Kaisar sependapat dengan
Darwin yang menyatakan bahwa setiap kehidupan terjadi karena proses evolutif
yang bersifat simultan. Kaisar pun memberikan pengertian kepada Bert agar tidak
keliru dengan mengasumsikan teori Darwin ini menyatakan bahwa manusia itu
sejatinya memiliki nenek moyang yang sama, sebut misalnya kera”
Kaisar memberi tahu
Bert bahwa Dawin dan Alfred Russel Wallace (1823-1913 M) lah yang telah
memberikan sumbangan terhadap kajian biografi dunia melalui karya-karyanya, dan
Dawinlah yang telah menyusun buku yang berjudul One the Origin of Species dan
dikembangkan oleh ilmuwan abad pertengahan. Karena inilah walaupun banyak yang
menentang teorinya, tetapi tidak ada yang mampu untuk melahirkan teori baru
dalam bentuk evolusi modern atas apa yang telah diragukan dari teori Darwin.
Bert menjadi dilema karena sulit untuk menerima teori dari Darwin, namun ia
terus berusaha meyakinkan dirinya bahwa teori Darwin sangat tempat untuk
digunakan, termasuk dalam konteks perkembangan ilmu pengetahuan. Dan akhirnya
setelah Bert teringat sesuatu dimasa lalunya yang membuatnya mulai ragu dengan
teologi yang di yakininya.
2.
Evolusi Mistik
Bert tinggal di
pedesaan, ia senang sekali berjalan kaki pada saat bosan terutama saat merasa
kebingungan. Ketika berjalan Bert melihat ada lima orang ibu yang sedang hamil
tua, ia merasa kebingungan karena di desanya ibu yang sedang hamil sering
melakukan hal-hal yang aneh atau tidak wajar. Seperti pada saat mendekati waktu
maghrib, ibu yang hamil komat kamit membaca mantra-mantra yang dianggapnya
sakti, selain itu ibu hamil yang melewati pohon besar, batu besar, gunung
besar, sungai besar selalu membawa bawang putih. Itu semua dilakukannya agar
dijauhkan dan terlindungi dari dedemit yang ingin mengganggu janin yang ada di dalam perut ibu hamil.
Suatu hari ketika
Bert dalam perjalanan pulang, hujan turun dengan deras padahal tidak ada
halilintar dan awan hitam. Kemudian muncullah pelangi yang sangat indah, namun
Bert dikagetkan dengan kedatangan kakek-kakek dan nenek-nenek yang membawa
bunga berwarna-warni dan makanan yang diletakakan di tempat yang terdapat
makhluk ghaibnya. Selain itu juga setelah adanya pelangi di percaya dengan
waktu bidadari yang turun dari kayangan yang ingin mandi. Pada hari kamis atau
malam jumat desa terasa sunyi senyap. Terdengar suara orang-orang muslim sedang
mmbaca surat Yasin, Ar-Rahman dan Al-Insyirah. Dan sebagian masyarakat lain
yang non-muslim melakukan pembakaran kemenyan dan penyediaan bunga dengan
berbagai macam warna. Bert menganggap kedua hal tersebut tujuannya sama, yakni
untuk mengusir makhluk gaib yang dianggap menakuti manusia. Kemudian Bert
mendatangi Kaisar yang ternyata sedang berbincang dengan temannya yang bernama
Marhum untuk menanyakan kebingungannya tentang kemistisan masyarakat desa.
Kemudian Ahum menjawab, mengapa kamu ingin mengubahnya? Apa yang salah dengan
ritual itu. Bert mengatakan ini bertentangan dengan agama dan pengetahuan yang
kupercayai. Kaisar mengatakan bahwa itu sulit untuk di ubah karena sudah
tercipta secara alami, positif sajalah! karena dengan kegiatan itu banyak anak
yang dapat menghafal surat Yasin dan Ar-Rahman. Dan rutinintas kemenyan juga
walaupun saya tidak tahu apa manfatnya tapi minimal memberikan rezeki kepada
penjual kemenyan dan bunga.
Inilah yang
dinamakan mitos, kata Kaisar. Kamu boleh menganggap semua cerita tadi sebagai
prosa atau cerita rakyat. Mitos itu diturunkan secara turun temurun dan sudah
melekat pada benak seseorang sampai saat ini.
Karena itu, mistis dapat disebut sebagai kumpulan dari berbagai
pengetahuan yang dimliki manusia sebagai budaya yang tidak empiris dan tidak
rasional, maka tidak mengharuskan pembuktian empiris dan keruntutan logis. Ahun
berkata, dikampung ini banyak tokoh yang mengkaitkan mistis dengan agama.
Menurutku mistik tidak dapat dikaitkan secara langsung dengan agama dan pengetahuan. Hanya dalam konteks
terentu saja, dan harus diakui bahwa objek kajian mistis relatif memiliki
kedekatan dengan agama, adanya pengakuan dan eksistensi sesuatu yang tidak harus selalu rasional dan empiris.
Berarti agama dan
mistis memiliki dua ikatan substantif yang sulit dipisahkan? Kata Bert.
Kemudian Kaisar menjawab iya, namun kamu harus tumbuh menjadi orang yang bijak
agar semua umat dapat terayomi dengan baik. Karena kebijakan merupakan ciri
kefilsafatan. Dan juga jangan mudah menghakimi apalagi selalu menyalahkan. Lalu
Bert bertanya lagi, apakah ada relasi anatar mistik dengan legenda? Karena
menurut saya mistis dalam terminologi lain
dapat disejajarkan dengan legenda. Ahun menjawab mistik dan legenda juga
ada sisi sama dan bedanya. Yang berbeda hanya terletak pada anggapan kesucian,
dan tokohnya adalah manusia bukan Tuhan seperti yang terdapat dalam mite.
Kemudian Kaisar
bertanya kepada Bert, apakah kamu masih mengingat cerita sangkuriang? Nah semua
perilaku dan cerita tersebut tentu tidak rasional dan sulit membuktikan
empirisnya dan juga tidak dapat disebut ilmiah. Jadi, kata kaisar mistik adalah
keyakinan yang didorong atas adanya kekuatan luar biasa diluar diri manusia yang sulit diukur,
diempiriskan, dan dirasionalkan. Menurut pemahaman Kaisar, apa yang disebut
mistik belum mampu diempiriskan dan sulit dirasionalkan, apalagi diukur. Bert
berasumsi bahwa mistik dalam terminologi diartikannya sebagai menyatunya
manusia dengan hal-hal yang bersifat rahasia atau gaib. Karena semua orang
tidak memiliki kemampuan yang sama maka, dalam dunia mistik tidak semua orang dapat
menjadi mistikus. Bert meminta izin untuk menyimpulkan sendiri bahwa: 1) Mistik
pada umumnya yaitu mistik tanpa kekuatan tertentu yang dalam literatur agama
(Islam, Kristen, Hindu dan Budha) diperkenalkan dengan rumusan tasawuf,
pelakuknya disebut sufi dan; 2) Mistik magis yang mendorong kekuatan tertentu
untuk mencapai tujuan tertentu dalam bentuk (wirid, doa) atau menggunakan
mantra, jampi-jampi, rajah-rajah dan jimat. Keduanya dilakukan dengan
menggunakan benda-benda tertentu sebagai perwujudan supranatural. Kemudian
Kaisar mengangguk setelah mendengar kesimpulan Bert.
Bert bertanya
kepada Kaisar tentang pandangan islam terhadap persoalan mistis. Menurut
Kaisar, islam memperkenalkan mistis, secara khusus dalam kajian tasawuf,
melalui konsep ma’rifah, hulul atau mukasyafah. Hal tersebutdianggap sebagai
jalan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Jadi, penalaran mistik selalu
bersifat pribadi? Kata Bert. Ia mistik selalu bersifat pribadi dan tidak
mungkin dapat dilakukan orang lain, meskipun jalan yang ditempuhnya sama.
Mistik bukan hal yang baru bagi masyarakat muslim. Semua masyarakat termasuk
Indonesia baik masyarakat terdidik ataupun awam pasti mengenal yang namanya
mistik. Dikalangan kaum akademik dan ilmuwan temporer mistik dijadikan sebagai
bahan kajian baik dalam forum ilmiah yang cukup disegani maupun simposium
sederhana, khususnya ketika merelevansikan mistik dengan agama. Namun berbeda
dengan masyarakat awam yang menjadikan mistik itu sebagai bagian dari perilaku
sehari-harinya dan cenderung menjadi kegiatan rutin yang sulit untuk dihindari.
3.
Menelusuri Evolusi Mistik Yunani Kuno
Kaisar
bependapat bahwa hanya dengan belajar seseorang akan mendapatkan sesuatu yang
berharga. Mengetahui jika Bert gemar membaca, Kaisar pun sengaja menyediakan
tempat seperti perpustakaan keluarga yang dibuat untuk Bert. Selain buku, di
dalam ruangan tersebut juga terdapat alat musik dan alat untuk berolahraga.
Bert merupakan orang yang suka meneliti suatu permasalahan yang dianggapnya
aneh, dan di ruangan tersebutlah ia meneliti segala sesuatu yang dianggapnya
aneh. Ruangan tersebut menjadi tempat kerjanya Bert, dan tidak ada yang berani
masuk ke dalam ruangan tersebut, karena memang dilarang oleh Bert. Hanya
Kaisarlah yang berani masuk kedalam ruang kerjanya, Kaisar melihat Bert
tertidur karena terlalu lelah membaca berbagai macam buku untuk mencari tahu
tentang suatu hal yang mengganjal dalam batin dan pikirannya.
Bert terbangun
karena Kaisar masuk ke dalam tempat kerjanya, kemudian Bert langsung bertanya
kepada Kaisar mengapa Yunani Kuno dianggap penuh mistik? Padahal dikampung ini
pun terdapat banyak mistik yang kaya akan nilainya. Kaisar menjelaskan kepada
Bert, bahwa Yunani Kuno sama saja dengan negri-negri lain yang ada di dunia,
termasuk kampungnya ini yang memiliki banyak mistik. Hanya saja mitos yang
terjadi di Yunani Kuno itu sangat kuat melebihi negara-negara lain yanga ada di
dunia. Bert pun meminta Kaisar untuk memberikan contohnya, Kaisar kemudian
menjawabnya dengan menceritakan sebuah dongeng yang diceritakan oleh Hesiodus,
perangkai mitologi Yunani yang di susunnya dalam karya Theogonyi miliknya
tentang dewa Titan (dewa-dewa penguasa bumi sebelum para dewa Olympus)
merupakan dewa yang hadir pada saat bumi mengalami kekacauan dan Titan juga
merupakan dewa pertama dari dewa-dewa lain, sebelum dewa Olympus hadir menajdi
dewa penguasa bumi.
Mitologi ini
hanya sebagian kecil dari banyaknya mitos yang tumbuh dan berkembang di Yunani
Kuno. Kaisar menyarankan agar Bert membaca tulisan K. Bertens tentang mite yang
memberikan pengaruh besar dan kuat terhadap lahirnya filsuf dan karya filosofis
di Yunani Kuno. Kemudian Kaisar menjelaskan kepada Bert tentang pemikiran
Nurcholish Madjid (1992) yang menyatakan bahwa banyaknya mite yang berkembang
dalam suatu negri atau suatu komunitas masyarakat, maka semakin besar pula
kemungkinan negara atau komunitas masyarakat tersebut melahirkan sejumlah
filsuf dan karya filosofis termasuk kemungkinan lahirnya ilmu pengetahuan.
Kaisar menganggap bahwa mite diperlukan untuk menunjang sistem nilai hidup
manusia, mite juga menjelaskan tentang eksistensi manuisa dengan lingkungannnya
dengan alam sekitarnya. Selain itu mite juga menjelaskan tentang bentuk
hubungan yang baik antara sesama manusia dan manusia dengan Tuhannya atau dalam
islam disebut Allah.
Kaisar
menjelaskan tentang mite menurut terminologi lain yang mengatakan bahwa mite
dapat menjadi pertintis lahirnya filsafat, filsafat pun dapat menjadi induknya
ilmu yang melahirkan teknologi. Mite dapat memberikan jawaban sementara yang memberikan
kepuasan terhadap penanya mengenai, Bagaimana manusia diciptakan? Siapa yang
menciptakan manusia? Yang awalnya dijawab dengan pendekatan mistik. Namun,
jawaban yang bersifat mistik tersebut suatu saat nanti akan merangsang orang
untuk menelusuri lebih jauh tentang hakikat manusia dan nilai-nilai kemanusiaan
yang disandangnya. Kemudian Bert bertanya kepada Kaisar, Apakah persoalan dunia
juga sama dikaji dalam ruang mythe? Kaisar memaparkan jawabannya bahwa manusia
dapat mempertanyakan asal-usul dunia dengan membuat pertanyaan dan jawaban yang
bersifat memuaskan. Seperti, Mengapa matahari terbit dari sebelah Timur dan
terbenam adari sebelah Barat, dan tidak sebaliknya?jawabannya pasti spekulatif
dan filosofis, tetapi tidak ada satu pun manusia yang dapat membantah mengenai
jawaban terhadap pertanyaan tersebut.
Lalu Bert
menyimpulkan apa yang telah dia dengar, tentang mythe yang dapat mencari
kejelasan asal usul alam semesta dan kejadian yang berlangsung didalamnya, mite
juga dapat memberikan jawaban atas sejumlah pertanyaan dasar tentang asal usul
alam semesta. Jawaban yang diberikan mite atas pertanyaan dasar tentang asal
usul alam semesta ini, secara teoritis kemudian disebut dengan kosmoginis yang
tidak lagi murni mistik. Dan kesimpulannya ini dibenarkan oleh Kaisar. Kemudian
Kaisar mengatakan bahwa Yunani Kuno dapat melakukan usaha yang serius dan
sistematis dalam menyusun mythe yang diceritakan rakyat menjadi keseluruhan
kajian sistematik. Mite dapat menjadi dasar lahirnya peradaban, dapat dipahami
menagapa peradaban terbaik justru terlahir dari sikap masyarakat yang seimbang
antara keyakinan adanya sesuatu berdasarkan fakta empiris-rasional dan adanya
sesuatu dibalik yang empiris-rasional dan menjadi penggerak utama pada segala
sesuatu yang tampak.
Situasi inilah
yang menjadikan Yunani Kuno sebagi pusat peradaban dunia di zamannya. Yunani
Kuno mendeskripsikan situasi ini sebagai kekuatan ilmu pengetahuan, salah
satunya melalui keterampilanpemikiran Socrates, Plato, dan Aristoteles.
Mendengar penjelasan Kaisar tersebut Bert terpukau karena kehebatan Yunani yang
menjadi peletak mistik yang mendorong manusia justru untuk selalu bepikir.
BAB III
EVOLUSI ILMU
1.
Evolusi Ilmiah
Hari libur
merupakan waktu untuk berkumpul dan berlibur bersama keluarga, begitu pun
dengan Kaisar dan keluarganya. Kaisar selalu meluangkan waktu libur untuk
berkumpul brsama keluarganya. Pada hari minggu Kaisar dan Bert sibuk
mendiskusikan tentang evolusi ilmiah dalam lingkup dunia, kegiatan diskusi
dilakukan sebelum menonton acara di televisi bersama keluarga. Ema yang
merupakan istri Kaisar membawakan kopi dan bersama singkong, dan pada saat itu
juga Bert bertanya kepada ayahnya mengenai rasa penasarannya tentang penyebab
Yunani dikagumi dunia sebagai peletak dasar lahirnya filsafat dan bahkan ilmu
pengetahuan. Bert bertanya, bagaimanakah situasi transisional ilmiah ini
terjadi di Yunani Kuno.
Kaisar
memberitahu anaknya itu bahwa di Yunani Kuno ada pemikiran ulang yang
mentransisikan fenomena alam yang sebelumnya penuh mistik ke ranah baru yang
lebih observasional, inilah yang dimaksud transisional menurut Bert. Yunani
memiliki dua generasi besar, yaitu Pra Socrates (era transisional) dan fase
Sorates (kemapanan ilmiah). Pada kedua afase tersebut Kaisar memiliki corak
yang berbeda satu sama lain, contohnya era pra-Socrates unsur-unsur ini masih
sangat mempengaruhi walaupun upaya observasional sudah mulai dilakukan
sedangkan di era Socrates, aspek observasi ini telah menjadi sesuatu yang kuat
sehingga mitologi hilang. Sebelum kehadiran Socrates, Plato dan Aristoteles,
Yunani Kuno dianggap menjadi negeri dongeng penuh mistik. Para pemikir Yunani
Kuno mulai mencoba mengkritis pengetahuann mereka yang diperoleh dengan cara
mistik ke dalam bentuk yang baru, yaitu ilmu.
Menurut Kaisar
Ilmu (sains) merupakan produk sadar atas hasil penyelidikan manusia dalam
menemukan berbagai aspek dari realitas alam semesta dan relasi yang terdapat di
alam. Dalam kasus tertentu ilmu terbentuk karena manusia mencoba berpikir lebih
mengenai apapun yang diketahui dirinya. Kaisar menjelaskan bahwa mistik Yunani
Kuno persis seperti alur cerita waayang-wayang kulit di Indonesia. Mitologi
Yunani Kuno telah mendorong semangat baru di kalangan masyarakat untuk
melakukan observasi tenatang perkembangan mite, dan hasilnya yaitu, telah
menumbuhkan apa yang kita maksud dengan ilmu. Ada beberapa filsuf yang berupaya
melakukan re-thinking terhadap mitos yaitu: Thales, Anaximandros, Anaximenes,
Phytagoras, Xenophanes, Heraclitus, Anaxagoras, Leuxippos dan Democritus. Setiap
filsuf memiliki metode, sudut pandang dan langkah yang ditempuh berbeda dalam
meneliti teorinya masing-masing.
Perdebatan
ini, telah melahirkan dua basis metodis dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Dua
basis itu terbentuk atas dua logika berpikir, yaitu logika statistika
sebagaimana yang dgagas oleh Thales dan Anaximenes dan logika matematik yang
diperagakan Anaximender saat menyebutkan bahwa asas kehidupan itu merupakan
sesuatu yang tidak berhingga. Kaisar menjelaskan bahwa pedebatan ini telah mengisyaratkan
datangnya fase baru dimana asas kehidupan terbenteng dalam jurang yang berbeda
secara signifikan antara keharusan materialisme sebagaimana digagas Thales,
Anaximenes, Phytagoras, Heraclitus, Leucippus, Democritus, dan kelompok
idealisme yang diperagakan Anaximender, Xenophanes, dan Anaxagoras. Perbedaan
ini dapat menegaskan bahwa titik berangkat logika menghasilkan titik simpul
yang juga berbeda. Dan menurut Kaisar hal terpenting lainnya yang dihasilkan
oleh filsuf era pra-Socrates adalah bumi yang dijadikan sebagai pusat dari
segala dinamika alam, dan upaya untuk memberikan sumbangan pemikiran, bahwa
manusia berperan penting dalam memperspektifkan bumi.
2.
Ilmu Dan Moral Praktis
Sudah hampir satu bulan tidak
ada diskusi antara Kaisar dan Bert, mereka sibuk dengan pekerjaannyan
masing-masing, Bert sedang menyelesaikan studinya di salah satu Univeritas di
daerah Jawa Barat dan ayahnya bekerja sebagai guru PNS. Setelah beberapa lama
akhhirnya Bert meneyelesaikan studinya, kemudian ia pulang ke rumah. Bert telah
di tunggu-tunggu oleh ayahnya yang merasa sangat senang dan bangga karena Bert
sudah pulang dan menyelesaukan kuliahnya dengan baik. Kaisar memotong ayam
kampung sebagai tanda bersyukurnya atas ke pulangan putranya. Setelah
menyelesaikan makan malam, Kaisar, Bert dan Mahrum tidak beranjak dari meja
makan, mereka melanjutkannya dengan diskusi yang dimulai oleh Bert. Bert
menceritakan tentang tradisi ilmiah yang dahulu di kembangkan oleh filsuf
Thales dan kawan-kawannya, diteruskan oleh filsuf brilian, yaitu Socrates,
Plato dan Aristoteles. Karenanya Yunani yang tadinya merupakan negeri penuh
dengan mistis, tumbuh menjadi pusat perkembangan ilmu dan peradaban dunia.
Yunani juga memiliki perann penting dalam mengubah paradigma berpikir manusia
yang tadinya mistis menjadi lebih ilmiah, logis dan praktis. Kemudian Kaisar
menambahkan pernyataan anaknya itu, bahwa Socrate, Plato dan Aristoteles lahir
di Yunani Kuno yang tradisinya kuat dengan kekuatan mite, namun mereka sering
di sebut sebagai deklarator penting, karena mereka mampu mengubah mite menjadi
ilmu pengetahuan yang praktis.
Kemudian Bert menceritakan
tentang Socrates yang dilahirkan dari ibu yang berprfesi sebagai bidan dan ayah
sebagai ahli pemahat patung dari batu sampai kisahnya yang ingin mencari tahu
tentang kebenearan oracle (ilham atau semacam wahyu). Socrates
diagap sebagai orang paling bijak, namun beliau tidak mau kalau dirinya
dianggap seperti itu, karena beliau merasa bahwa dirinya itu tidak bijak.
Tetapi yang terjadi setelah Socrates mencari tentang kebenaran oracle
tersebut, malah menjadi semakin jelas bahwa oracle ini memang benar.
Lalu Bert menyimpulkan apa yang didapat dari perjalanan Socrates, sesuai dengan
permintaan ayahnya. Manusia terbagi ke dalam empat kategori: 1) Dia tahu dan
dirinya sadar kslsu dirinya tahu; 2) Ia tahu tetapi ia tidak sadar bahwa
dirinya tahu; 3) Ia tidak tahu tetapi ia sadar bahwa dirinya tahu; 4) Ia tidak
tahu dan ia tidak sadar bahw dirinya tidak tahu.
Kaisar menambahkan kesimpulan
yang lainnya: Perkembangan pemikiran Socrates, telah menyebabkan pebijak Yunani
lain tersinggung. Terutama pemikiran Socrates ini berpengaruh terhadap kaum
muda Athena. Akibatnya pebijak yang lain merasa bahwa mereka telah kehilangan
kewibawaannya di hadapan masyarakat termasuk di kalangan anak muda. Karena hal
tersebut para pebijak Yunani melakukan gerakan masif anti Socrates. Mahrum
bertanya kepada Bert, apa hikmah yang dapat di ambil dari kejadian tersebut?
Bert tidak bisa menjawabnya, lalu Kaisarlah yang menjawab “Hati-hatilah
terhadap mereka yang dianggap atau terhadap mereka yang merasa dirinya hebat.
Mereka yang demikian itulah justru yang berbahaya.” Kemudian Bert melanjutkan
ceritanya dengan mengatakan: Akhirnya, Socrates yang dikenal bijak dan bertutur
kata baik juga di gemari anak remaja ini, dihukum mati setelah 280 dari 500
anggota parlemen Athena memutuskan inkusi kematian kepada dirinya. Mereka pada
umumnya menyarankan kepada qadhi Athena untuk menghukum mati Socrates
dengan dua tuduhan: merusak pemikiran para pemuda dan menolak tuhan-tuhan
negara yang dikreasi untuk menyembunyikan kepentingan personal duniawi dan
politik para pebijak yang dibungkus atas nama agama dan Tuhan.
Kaisar menanyakan tentang
cerita Plato yang menjadi murid Socrates. Bert menceritakan tentang Plato yang
merupakan murid terpandainya Socrates dan mencatat segala pemikiranynya ke
dalam tulisan, meneruskan tradisi filosofis Socrates yang dibuat lebih praktis.
Plato dikenal sebagai matematikawan dan murid yang paling brilian, ia
mendirikan Akademik Platonik sebagai laboratorium perkembangan ilmu pengetahuan
di Athena, Yunani. Selain dipengaruhi pemikiran Socrates, Plato juga
dipengaruhi oleh pemikiran Pythagoras mengenai tiga masalah yang dikembangkan
di Akademik Platonik Athena: 1) gagasan tentang komunikasi terorganisasi; 2)
ide Plato tentang matematika yang mendorong manusia untuk berpikir umum dan
berpikir abstrak; 3) ide Plato tentang pendekatan jiwa dalam dunia material.
Plato merupakan penulis produktif, kematiannya pun terjadi pada saat dirinya
sedang menulis. Bert menjawab pertanyaan Mahrum yang menanyakan tentang
sumbangan yang diberikan Plato untuk dunia. Plato menyumbangkan pemikirannya
untuk dunia. Ide dalam gagasan Plato, bukan hanya tentang gagasan atau
tanggapan yang ada dalam pemikiran, tetapi lebih sebagai esensi manusia. Dan
Kaisar menambahkan, pemikiran Plato sering disebut dualis, karena ia menganggap
bahwa realitas ada dua: 1) realitas empiris yang diangap semu dan; 2) realitas
mutlak yang dianggap abadi.
Plato memiliki murid yang bernama Aristoteles yang
merupakan penulis produktif dalam bidang fisika, matematika, puisi, logika,
retorika, politik pemerintahan, etnis, biologi, dan astronomi. Aristoteles juga
membangun sebuah Untiversitas sama seperti gurunya, ia memiliki murid bernama
Alexander Agung yang menjadi raja, maka pembangunan perguruan tingginya itu
sepenuhnya dibantu oleh muridnya. Perguruan tingginya bernama Lyceun. Yunani
Kuno berhasil melahirkan filsuf yang cukup besar, sampai saat ini belum ada
yang dapat mengalahkannya. Kajian filosofi dan keilmuan modern hampir semuanya
memberi rujukan terhadap ke tiga tokoh ini. Seperti ilmu tentang politik,
ekonomi, sosial budaya, teknologi kedokteran, dan bahkan ilmu agama selalu
memberikan ruukan terhadap pemikiran mereka. Karena besarnya pengaruh yang
diberikan oleh ke tiga tokoh tersebut, kemudian Bert mengutip Akbar S. Ahmed
(1992) yang menyabutkan besarnya pengaruh yang diberikan mereka, telah
mendorong sebagian kecil umat muslim, menyebut mereka sebagai nabi-nabi yang
tidak tertulis dalam Al-Quran. Kaisar dan Marhum juga membenarkan pernyataaan
Bert. Filsuf Yunani tumbuh dan dikenang sebagai pemikir yang brilian dan jenius
karena mereka mampu mengubah mistis menjadi ilmu, mereka dapat mengubah
pemikiran masyarakat yang mitologis menjadi logos. Filsuf Yunani memang harus
disebut sebagai pendorong lahirnya ilmu
karena mereka telah merubah ilmu menjadi lebih dinamis dan praktis.
3.
Peran Sastra dalam Mentransformasi Ilmu
Bert membuat sebuah naskah tentang sastra dan pengaruhnya
terhadap peradaban dunia. Dalam naskahnya Bert akan menuliskan tentang karya
yang di tulis oleh Homeros yang terkenal dengam panggilan Homer. Bert sangat
mengidolakan Homer, dalam naskahnya pun ia menuliskan bahwa ia ingin seperti
Homer yang ahli dalam memainkan peran lakon mistik ilmiah secara konyol,
ideologis, teologis, bahkan puitis. Selain itu Bert juga menuliskan tentang
kisah petualangan Amerika Serikat baik di Jepang, Vietnam, Panama, Kuba, Iran,
Irak, dan Afganistan. Bert juga menuliskan kekagumannya terhadap tiga tokoh
yang dapat mengubah mistis menjadi ilmu pengetahuan. Dan dalam naskahnya juga
Bert membuat hipotetik mengenai Indonesia.
BAB IV
MASA KEGELAPAN BARU
1.
Ilmu di Era Kristen Awal
Suatu hari
Bert membaca sebuah buku karya Nurchholish Madjid (1991), dia terkejut ketika
membaca suatu ungkapan misterius tentang perbedaan tradisi awal kristen dengan
muslim dalam konteks penguasaan ilmu pengetahuan. Bert kemudian menanyakan
kepada Kaisar apa benar kristen berjarak dengan ilmu pengetahuan? Kemudian mahrumlah
yang menjawab, jadi pada awal era kristen para filsuf itu kesulitan untuk
menghadapi gerakan kaum gereja karan pada zaman itu kristen sangat elitis dan
ideologis, sehingga tidak ada ruang kritis yang bersifat dialogis. Di agama
keriten juga ada yang namanya rumus keterbatasan, seperti yang menguasai injil
hanya pendetanya saja, beda dengan islam yang membebaskan kepada umatnya untuk
dapat mengaji bahkan diwajibkan untuk bisa membaca AL-quran.
Kemudian Bert
dan ayahnya juga membicarakan tentang resiko yang akan terjadi akibat ajaran
kristiani yang menempatkan ilmu pengetahuan dan agama dalam bentuk history
of scientific progress bukan pada social pshicology, Kaisar juga
menceritakan tentang kisah seorang wanita cantik bernama Hypatia yang menjadi korban
pembunuhan kaum Gerejawan Kristen. Selain Hypatia ada juga korban pembunuhan
lain yaitu, Bruno yang merupakan seorang biarawan Italia. Ia dituduh melawan
Gereja karena melawan doktrin katolik. Galileo Galilei yang desebut sebagai
bapak astronomi, fisika modern dan juga bapa sains awal temporer menjadi korban
juga, ia menghabiskan sisa umurnya di bahwah tahanan rumah akibat melakukan
perlawanan terhadap Paus Urbanus VIII. Dan Kaisar membahas kembali pasca
kematian Aristoteles yang menyebabkan kembalinya Yunani Kuno menjadi ajaran
praktis dan mistik.
2.
Percik Kesadaran
Bert membaca
Novel karya Dan Brown, Simon Sebag yang berjudul The Biography, Jonathan
Black dengan judul The Secret History of The World dan buku Abraham Park
yang berjudul Silsilah di Kitab Kejadian. Bert ingin mecari tahu tentag
makna Stoe sendiri, ia selalu mencari sesuatu dengan berusaha sendiri. Dia
menyimpulkan bahwa Stoe berasal dari arsitektur Yunani Kuno yang dibangun oleh
para intelektual mereka, meneyerupai jalanan tertutup. Bert menganggap bahwa
Stoe melambangkan sebuah gedung yang meukiskan tentang keharmonian dalam hidup.
Bert menganggap Stoe mirip dengan serambi Ka’bah yang menjadi tempat bekumpul
banyak orang dengan latar belakang yang sangat beragam. Bert menceritakan tentang
tokoh-tokoh Keritenn seperti, Epikourus yang dianggapnya sebagai seoarang
filsuf, beliau memanfaatkan Stoe sebagai tempat pengembangan ilmu pengetahuan.
Bert memuji Epikourus yang berani menyatakan bahwa filsafat memiliki tujuan
yang positif yaitu bagaimana manusia mencapai kebahagiaan hidup. Beliau juga
yang merumukan bahwa awal kematian merupakan akahir dari apapun, sebagaimana
telah diperagakan Socrates dan Bruno dari tubuh dan jiwa dirinya, dan ia
menganngap bahwa alam semesta tidak terbatas dan kekal.
Tokoh lainnya
adalah Platinus merupakan seorang penulis produktif pemikiran Plato yang
dikembangkan ke arah yang lebih praksis. Berliau mengembangkan teori unik
mengenai aakal, persepsi dan pengetahuan. Saint Agustine atau Aurelius
Augustinus yang dikenal sebagai dokter dari gereja dan pemikir kristen yang
signifikan. Ia melahirkan ajaran kriten dalam sistem teologis ilmiah. Saint
Anselm juga tokoh kristen yang penting pada abad kesebelas masehi, karyanya
membahas tentang kesatuan sifat Tuhan, kehendak manusia dalam memilih, teori
tentang kebenaran dan kedilan dan implikasi teori dosa asal manusia. Tomas de
Aquino merupakan dokter gereja Italia, biarawan sekaligus imam katolik Roma. Ia
seorang filsuf yang disegani dan ahli dibidang etika, hukum alam, metafisika,
dan teori politik. Hampir dari semua tokoh tersebut cenderung menggunakan
pemikiran Socrates dan Plato, dan cenderung meninggalkan pemikiran Aristoteles.
Dan sebelum tertidur Bert menuliskan sesuatu yang akan di unggahnya ke media
sosial.
BAB V
CAHAYA BARU DI MEDITERANIA
1.
Mediterania
Sebelumnya Bert telah mencari
tahu tentang kaum gereja, saat ini Bert ingin mencari tahu tentang peran islam
terhadap membangun peradaban, mengembangkan ilmu pengetahuan dan bagaimana
islam membangun ilmu pengetahuan, selama mencari tahu hal tersebut Bert
menghabiskan waktunya di perpustakaan. Bert sangat ingin mengetahui mengapa
ISIS di Iran, Irak dan Suriah sangat diperhatikan perkembangannya oleh dunia,
dan mengapa juga bangsa Barat dan sekutunya juga bangsa Timur Tengah, takut
terhadap radikal tersebut.
Untuk
mengetahui informasi tentang Mediterania, Bert membagi ceritanya dengan
temannya yang bernama Lana. Lana ini merupakan figur intelektual muda yang
senang memperlajari tentang perkembangan filsafat dan Ilmu di Sumeria. Bert
mendapatkan banyak informasi dari Lana tentang Mediterania yang merupakan
wilayah di kawasan Laut Tengah dan ISIS yang merupakan suatu kelompok yang
dibuat orang yang ingin menguasai wilayah tersebut.
2.
Karakter Dasar Mediterania
Setelah
mendengarkan penjelasan Lana tentang Mediterania, Bert berpikir bahwa
Mediterania merupakan bangsa yang unik. Penghuni Mediterania mayoritas adalah
masyarakat muslim. Bert teringat dengan guru ngajinya yang bernama kyai Kholid
dan Ustadz Sayyid yang mengatakan bahwa turunnya ayat 1-5 surat Al-Alaq itu
berkaitan dengan meditasi Muhammad di gua yang ada di Gunung Tsur. Dalam
pembahasan ayat tersebut, Allah memerintahkan manusia untuk membaca dan
menulis, karena manusia harus menyadari bahwa dirinya dicpitakan dari sesuatu
yang paling hina, dan dengan ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui perantara
membaca dan menulis manusia bisa merubah dirinya ketingkat yang lebih mulia.
3.
Watak Ilmiah Mediterania
Bert merasa
bingung dengan istilah kafir zindik yang ada pada rasionalis muslim,
Muktazilah. Bert berteman dengan Leman, namun sering kali berbeda pendapat
dalam suatu hal, tetapi kali ini mereka malah mumuja atas keberhasilan kaum
rasionalis Muktazilah dalam membangun peradaban masyarakat muslim dalam puncak
peradaban yang luar biasa, sampai ketingkat dunia. Bert pernah menyampaikan
tentang kebesaran islam lahir karena karya Muktazilah di sebuah simposium.
Namun hal tersebut di tolak oleh Maskub yaitu teman sekaligus seniornya Bert.
Ia lebih memilih bahwa kebesaran islam justru pada saat khalifah Al-Rasyid
berkusa. Ajaran islam justru menjadi ambigu karena pemikiran filosofi tersebut,
yang banyak dipengaruhi oleh paganisme Yunani Kuno dan pikiran filosofi Kristen
Awal.
Tetapi Bert
masih kebingungan dengan perkembangan ilmu di masyarakat Muslim yang mengalir
memengaruhi dinamika ilmu pengetahuan Barat temporer. Karena rasa penasarannya
Bert berusaha mencari tahu apa itu Muktazilah, dan setelah mencari tahunya dia
dapat menyimpulkan bahwa Muktazilah merupakan salah satu ajaran teologi dalam islam. Namun pemikirannya tersebut
kurang diterima oleh ulama Sunni, karena mereka dianggap lebih menggunakan akal
manusia dibandingkan dengan menggunakan tradisi, termasuk tradisi kenabian.
Sedangkan kkelompok Sunni menanggap bahwa tradisi merupakan bagian dari
prinsip-prinsip dasar dalam pengambilan hukum islam.
Bert
menyimpulkan bahwa islam yang di bentuk oleh nabi Muhammd menjadi penyelamat
filsafat dan ilmu pengetahuan Yunani, jika kristen menganggap filsafat Yunani
Kuno itu skuler dan berbau paganistik, maka islam memandang sebaliknya. Ada dua
alasan mengapa islam menjadi penyelaman ilmu pengetahuan termasuk filsafat
Yunani Kuno: Pertama, dorongan keeagamaan terdapat di nash-nash
Al-Quran. Dalam Al-Quran terdapat ayat-ayat yang membahas tentang pentingnya
ilmu pengetahuan. Dengan demikian, telah menunjukkan bahwa Al-Quran mendorong
umat manusia untuk menuntut ilmu dan mengembangkannya. Kedua, setelah
seratus tahun wafatnya nabi Muhammad, islam dapat membuktikan keberhasilannya
untuk menguasai sesuatu, khususnya wilayah kekuasaan Islamiyah, seperti
persentuuhan dua wilayah yaitu peradaban Timur Tengah, ddengan sikap kreatif
fan peradaban masyarakat lain seperti Persia.
4.
Pemikiran Brilian Muslim Mediterania
Suatu hari Bert di minta oleh
kyai sepuh pondok pesantren untuk hadir dalam acara reuni untuk memberikan
motivasi kepada junior-juniornya agar mereka menjadi lebih semangat. Kemudian
tibalah waktunya untuk Bert berbicar, pertama ia mengucapkan puji syukur,
permohonan maaf dan rasa syukur atas diizinkannya untuk berbicara di depan para
santri. Kemudian Bert menyampaikan materinya tentang kebingungannya akan
banyaknya umat muslim di Indonesia yang memuja keberhasilan islam di
Mediterania, namun malah menghujat kaum Muktazilah yang justru memiliki peran
atas keberhasilan dalam islam. Dan masih banyak saja para pembicara seperti,
kyai, dai dan penceramah lainnya yang mengatakan bahaya yang mungkin terjadi
kaarena berkembangnya paham Muktazilah di Muslim Nusantara. Para santri
terkejut dengan pembicaraan Bert, karena itu sangat bertentangan sekali degan
apa yang dikaji di pesantren.
Kemudian Bert membicarakan
tentang imuwan-ilmuwan Muktazilah, seperti Abu Nasr Muhammad bin Muhammad Ibnu
Turkhan Ibnu Uzlaq Al Farabi, Ibnu Sina, Abu Bakar Muhammad bin Zakaria
al-Razi,Ibnu Hitam, yang pemikirannya tersebut dikombain dengan dinamika Yunani
Kuno. Bert terus saja mengatakan bahwa filsuf tadilah yang menyebabkan lahirnya
sebuah pemikiran yang luar biasa, bukan hanya untuk islam melainkan untuk seluruh
dunia. filsuf tersebut diakui telah menjadi pewaris ideal bagi perkembangan
filsafat Yunani dan ilmu pengetahuan sampai saat ini. Islam juga telah dianggap
sebagai penyelamat dan pengembang filsafat dan ilmu Yunani. Bert berharap
kepada santri agar tidak ada yang tumbuh menjadi pembunuuh imuwan, malah justru
harus menjadi penyelamat dan pengembang ilmu pengetahuan dan juga menghormati
orang-orang yang telah berjasa dalam mengembangkan ilmu, walaupun berbeda
kepercayaan ataupun ideologi yang dianut.
Setelah
menyelesaikan materinnya, ternyata kyai sepuh pun meyakini bahwa apa yang telah
disampaikan oleh Bert itu merupakan kebenaran sejarah. Dan kyai sepuh secara
tidak langsung mengatakan bahwa politik sering kali menyebabkan keretakan yang
terjadi pada sesama umat islam, Bert dan seluruh santri pun terkejut setelah
mengetahui bahwa kyai sepuh memahami
tentang dinamika pplitik islam.
5.
Produk Metodologi Muslim Mediterania
Jika memang
intelektual muslim yang menjadi pelopor lahirnya ilmu praktis, lalu metode apa
yang digunakan oleh masyarakat muslim dalam mengelaborasi ilmu? Ini menjadi
pikiran bagi Bert. Untuk mengetahui hal tersebut, maka Bert dan grupnya
sebanyak 17 orang mengadakan studi yang disebut Central For Philosophy and
Social Problem Studies. Bert membagi tiga metodologi kedalam tiga grup.
Pertama,
Bayani yang di bahas oleh Kikim Tarkim, isinya mebahas tentang sumber ilmu
bukan hanya harus empiris dan rasional, tetapi harus memiliki patokan ilahiat.
Seperti Al-Qurasn, Injil, Taurar dan Zabur, beoleh juga menggunakan Al-Hadits.
Metode berpikir islam biasanya menggunakan penelaahan dari ayat-ayat Al-Quran
dan hadits nabi. Hasil atau produknya yaitu, dalam bentuk tafsir, fiqh
contohnya Mazhab Ahmad Ibnu Hanbal, Maliki, Abu Hanifah dan Syafi’i, yang kemudian
detilnya dijelaskan oleh Bert mengenai para ahli islam.
Kedua,
Burhani yang dipaparkan oleh Nanan Abdul Manan. Metode ini telah berhasil
mempengaruhi para pemikir muslim, pendekatan Burhani dapat menyusun cara kerja
keilmuan dan mampu melahirkan sejumlah teori dan praksis ilmu seperti:
ilmu-ilmu biologi, fisika, astronomi, geologi dan bahkan ilmu-ilmu kedokteran.
Ketiga,
metode Irfani yang di paparkan oleh Bert. metode ini disebut sebagai model
penalaran yang didasarkan atas pendekatan dan pengalaman spiritual seseorang
dibalik realitas yang tampak. Pendekatan Irfani mampu menyusun dan
mengembangkan ilmu-ilmu kesufianberkontribusi dalam pemikiran dan aksi dengan
basis metodologi ini cukup banyak. Cara bekerja antara ketiga model ini idealnya memang bersatu dalam satu koherensi
logis yang saling mendukung. Namun faktanya dalam sejarah tidak demikian,
ketiga model ini satu sama lain bergerak dan berjalan sendiri.
6.
Pudarnya Tradisi Ilmiah Muslim Mediterania
Jika memang
intelektual muslim sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan ilmu dan
peradaban dunia, mengapa saat ini islam malah terbelakang? Setelah Bert membaca
pemikiran Rasyd Ridha, dia menyimpulkan bahwa kumunduran islam ini akibat
kaumnya meninggalkan tradisi muslim yang intelek (budaya yang ditinggalkan
muslim). Setelah umat islam berhasil menjalankan peran yang cukup penting dalam
perkembangan ilmu pengetahuan dan filsafat, mereka meninggalkan tradisi
leluhurnya yang agung. Para pemikir muslim menganggap bahwa turunnya minat
masyarakat muslim terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan muncul setelah
AL-Ghazali merumuskan tentang penolakan terhadap filsafat secara
terang-terangan. Dengan menurunnya minat umat muslim dalam mengembangkan ilmu
pegetahuan dan filsafat, dimanfaatkan oleh dunia Barat untuk mengambil ilmu dan
peradaban yang dibangun oleh umat muslim.
BAB VI
BARAT MODERN DAN TRADISI TEKNIKISME
1.
Masuknya Tradisi Ilmu ke Dunia Barat
Seluruh
keluarga Bert berlibur ke Sanur Bali, namun disaat semua pergi Bert malah
diminta oleh Kaisar untuk membaca buku yang salah satunya yaitu falsafatuna.
Dalam hati Bert sebenarnya ingin sekali ikut ke Bali, namun jika Kaisar yang
meminta, tidak akana ada seorangpun yang dapat menolaknya. Kemudian Bert,
Kaisar dan Marhum makan, seperti biasa Kaisar selalu mengajak berdiskusi,
beliau menanyakan mengapa dunia islam terbelakang dan mengapa Barat maju? Namun
Bert dan Marhum tetap diam dan kemudian Kaisar kembali berbicara. Beliau
mengatakan bahwamajunya Barat karena filsafat Avveros (Ibnu Rusyd)yang
cenderung Aristotalian masuk ke Eropa melalui Cordova, Spanyol, dan dahulu
Spanyol pernah dijaajah oleh islam. Bert terkejut ketika islam menjajah
Spanyol, kemudia ia langsung bertanya kepada Kasisr, apakah benar seperti itu?
Bukankah islam merlarang adanya penjajahan? Kaisar menjelakan, selama hampir
500 tahun islam menjajah Spanyol, namun tidak ada bangsa Spanyol yang masuk
islam. Ketika itu islam bukan menyebarkan dakwahnya, tetapi malah lebih ingin
menguasai politik dan ekonominya. Bert
bertanya tentang bagaimana kronologinya, kemudian dijelakan oleh ayahnya.
Selain itu
mereka bertiga membicarakan tentang
aliran filsafat yang sama dengan aliran teologi, maksud dari kalimat
vulgar-positivistik yang cenderung Ateistik, dan kaitan antara Ibnu Rusyd
dengan kemajuan Barat temporer. Bert dan Mahrum sangat kagum mendengarkan
penjelasan Kaisar yang sangat luar biasa, mereka mengetahui bahwa pemikiran
Kaisar sangat dalam memahami segala dinamika dinamika keilmuan masyarakat dunia
yang begitu luas. Setelah selesai makan mereka bertiga pindah ke sofa untuk
menonton televisi, mereka tertidur di sofa sampai terbangun saat mendengar
suara adzan subuh, kemudian mereka melaksanakan sholat berjamaah di rumah.
2.
Ilmu dan Paradigma Barat
Beberapa
minggu kemudia datanglah segerombolan orang Australia dan Inggris dengan
menggunakan mobil mewah masuk ke desa pedalaman. Mereka diduga menganut agama
kristen, karena menggnakan kalung yang berlambangkan salib. Selain itu, ada
juga orang Indonesianya yang juga menggunakan salib dan terlihat arogan. Kurang
dari dua bulan mereka mulai menggoda umat islam di kampung agar meninggalkan
tradisi dan agama islam yang dianutnya. Mereka juga menganggap bahwa adzan
telah mengganggu waktu istirahat dan bekerja. Mahrum melaporkan hal tersebut
kepada Kaisar. Kaisar berkata dengan lembut, biarkan saja mereka belum tahu
bagaimana kontribusi umat islam kepada mereka. Tanpa ada umat islam tidak
mungkin bangsa Barat dan Eropa mengenal peradaban, selain itu islam juga ikut
andil atas kemajuan mereka. Jadi sangat keterlaluan jika mereka mengganggu
keimanan masyarakat desa.
Kaisar
kemudian menjelaskan tentang tanda-tanda kebangkitan Barat dan Eropa beserta
para tokoh yang berpengaruh. Lalu Kaisar membicarakan tentang dua faktor yang
menyebabkan Barat dan Eropa dapat mengenal peradaban yaitu:
Pertama,
masuknya filsafat Ibnu Rusyd yang Aristotalian dengan sendirinya membawa
pemikiran filsuf lain di generasi sebelum Ibnu Rusyd yang berkembang di
Cordova, Spanyol saat islam masih menguasai negri ini.
Kedua, pada saat terjadi perang salib kurang lebih tiga abad di
Timur Tengah, umat islam tidak kalah dengan kristen. Dari tiga belas kali
perang hanya tiga kali islam kalah dan itu pun tidak fatal. Meskipun begitu,
masyarakat non-muslim belajar peradaban mayarakat muslim dari perang salib
tersbut. Sebelum perang salib berlangsung, peradaban di Barat dan Eropa sangat
tertinggal, memakai WC saja mereka tidak biasa. Dari situlah mereka belajar
mencintai ilmu dan mengembangkannya di negri mereka.
Lahirnya
keilmuan Barat yang sekuler, telah menyebabkan ilmu teknologi berkembang dengan
pesat, sekaligus menghilangkan nilai spiritual yang ada dan cenderung
melahirkan sikap ateistik. Kaisar mengatakan bahwa dunia ini selalu mencari
titik keseimbangan. Ketika ada gerakan masif untuk membuat sekularisme, maka
pasti ada juga gerakan masif yang melahirkan gerakan sebaliknya. Dengan
demikian wajar saja bila saat ini perkembangan ilmu sains dan teknologi
menggunakan model dan ide-ide ala ilmu alam, karena ilmu alam dianggap sebagai
suatu yang akurat dan dapat dibuktikan secara empiris yang nilai benarnya harus
secara fakta dan nyata.
3.
Capaian Barat dalam Dunia Ilmu
Bert
menuliskan capaian yang berhasil dibangun sejak kevakuman islam di abad ke-13.
Bert mengagumi perubahan ilmu pengetahuan yang dihasilkan oleh filsuf dan
ilmuwan Barat modern yang terus berkembang sampai saat ini. Bert membaca teori
Einstein yaitu quatum dan mengatakan bahwa Einstein dapat mengubah
persepsi dunia, ilmu dan sifat-sifat dasar dan perilaku sedemikian rupa, sehingga
para pakar dapat melanjutkan penelitiannya ke ranah yang lebih praktis. Dampak
dari karya Einstein ini menyebabkan manusia modern dapat mengembangkan ilmu
dasar, seperti fisika, astronomi, kimia, biologi dan molekuler yang telah
dibangun Yunani dan dunia islam menjadi ilmu pengetahuan yang lebih luas dan
mendalam.
Saat ini
perkembangan ilmu sudah sangat pesat, seperti kemampuan untuk membuat bayi
tabung dan menciptakan manusia jenis kloning. Namun disetiap kehidupan bangsa
Barat dan Eropa saat ini tidak mengapresiasikan terhadap masyarakat muslim,
padahal muslimlah yang telah menyelamatkan ilmu pengetahuan dan filsafat Yunani
Kuno dan membuat mereka mengetahui peradaban. Dan berkat muslim juga Barat
modern dapat megembangkan ide-ide normatif. Bert ingin terus melakukan kritik
seperti Toynbee, Russel dan Popper terhadap pemikiran Plato yang fasisi dan
akan berakibat fatal terhadap sikap pandangan masyarakat Barat dan Eropa
terhadap para kritikus itu sendiri.
BAB VII
SEJARAH YANG HILANG
Tidak Perlu Disembunyikan
Saat itu Bert
terlihat sangat galau, isah yang perupakan pembantunya merasakah kegalauan
majikannya itu, namun dia juga tidak mengetahui apa penyebabnya. Lalu terdengar
suara adzan maghrib yangdikumandangkan oleh Usman, namun Bert tetap saja diam dan
tidak bergegas untuk sholat, bahkan ia sampai berpikir untuk apa sholat. Namun
ia langsung beristighfar dan memohon maaf kepada Tuhan. Perjalanan dua tahun
terakhir ini membuatnya terpana akan kehebatan dunia dan para pemikir yang
lahir karenanya. Ia merasa bingung mengapa ada fase yang hilang atau
dihilangkan, padahal fase tersebut telah menentukan kemajuan ilmu dunia.
masyarakat Mediterania yang muslim saat ini seolah pupus ditelan kekejaman
gerakan radikal islam, fasisme dan permasalahan mazhab didalamnya. Namun
demikian Bert tetap bangga dengan agama yang dianutnya yang pada akhirnnya
telah menunjukkan harapan yang besar bahwa dunia islam tidak seperti persepsi
kebanyakan pihak.
Bert selalu
menjadikan zaman Yunani Kuno sampai abad modern sekarang menjadi tema yang
diankgatnya dalam pembahasan even ilmiah yang diikutinya. Ia bertujuan agar
yyang sepemikiran dengannya dapat melihat sejarah pengetahuan yang pernah
berkembang dalam sejarah manusia. Bert berharap manusia modern dapat menghargai
komunitas yang telah menyelamatkan filsafat dan ilmu pengetahuan, termasuk
dunia islam. Meski islam jauh tertinggal dibandingkan dengan agama lain, baik
dari segi ekonomi, politik, kebudayaan dan peradaban, namun islam memiliki
pengaruh dan pengalaman yang kuat dalam melahirkan kembali ilmu pengetahuan
yang telah dimatikan oleh kaum Gerejawan dan mitologis Yunani. Di era islam
filsafat dikembangkan di Yunani ke dalam teori-teori pengetahuan yang praksis
dan mapan juga mengandung nilai spiritualitasnya yang tinggi. Komunitas dengan
sombongnya menganggap bahwa perkembangan yang terjadi ini berjalan dengan
sendirinya dan mengkalim bahwa modernitas secara tunggal hanya dihasilkan oleh
sekelompok orang atau komunitas tanpa sedikitpun memperoleh sumbangan dari
kelompok lain. Padahal seharusnya mereka mengakui bahwa kemajuannya saat ini
merupakan lanjutan logis dari perkembangan pemikiran manusia sebelumnya. Ilmu
berkembang dari zaman ke zaman dan tidak mungkin bangkit jika tidak ada muslim
di Timur Tengah.
Pada saat
dalam sebuah simposium, Bert memberikan pernyataan: ketika filsuf Yunani
seperti Socrates, Plato dan Aristotales mengembangkan empirik-rasional, corak
ini sebenarnya menjadi antitesis dari corak Yunani awal yang mistis. Artinya,
semangat empirik-rasional sensual yang lahir di Yunani, sebenarnya merupakan
respon dari corak sebelumnya yang tidak menghargai aspek ini, bahkan cenderuk
mistik. Fakta lain dari umat islam yang mengambil sikap kompromistik dalam
bingkai sains kemudian diambil oleh angsa Barat dengan sikap keilmuan seperti
Yunani Kuno. Dunia barat merubah akar keilmuan yang kudus kearah ilmu yang
benar-benar sekuler. Akibatnya, banyak gugatan terhadap pencapaian pengetahuan
dunia Barat. Barat dianggap telah gagal dalam memartabatkan manusia dan
terkesan terlalu bersemangat ingin menjadi pemimpin bumi dan terlalu berambisi
melakukan generalisasi.
Menurut Bert
sebenarnya bangsa Barat telah gagal dalam mencapai tujuan terbentuknya manusia
yang memiliki keterampilan duniawi dan bertanggung jawab untuk masa depan
kehidupan manusia yang lebih abadi atau surgawi. Jika toleran terhadap suatu
kebenaran, maka disitulah dimensi kemanusiaan terbentuk. Namun bagaimana hal
tersebut dapat terbentuk, jika dalam konteks penghormatan pun tidak mampu
dilakukan, terlebih jika berupaya melupakannya.

Komentar
Posting Komentar