Perbedaan antara Guru dengan Public Figure



Guru tidak lagi sepenuhnya digugu dan ditiru, kenapa? Karena anak saat ini lebih suka menirukan gaya atau perilaku artis atau apapun yang dapat mereka lihat di televisi, mereka merasa ketinggalan zaman “ga gaul” bila tidak tahu atau tidak mengikuti hal-hal yang sedang menjadi trading topik.
Akibatnya banyak anak kecil yang menjadi dewasa lebih cepat, mereka sudah mengenal make up, tidak tahu dengan lagu-lagu seusianya, malah mereka dengan hafal menyanyikan lagu-lagu anak dewasa, berkata seperti anak dewasa seperti aku cinta kamu, ternyata tanyangan televisi mampu menghipnotis anak bangsa. Tidak hanya anak kecil, yang dewasapun tidak mau ketinggalan. Banyak orang dewasa yang hafal dengan lagu-lagu barat atau pop Indonesia tetapi mereka tidak hafal dengan lagu-lagu nasional, lagu-lagu daerah, bahkan banyak sekali anak yang tidak dapat berbicara dengan bahasa daerahnya.
Ya, jika saya renungkan dan melihat kenyataan yang ada itulah bedanya guru seorang pendidik dengan artis yang merupakan public figure. Pendidik dituntut untuk membuat karakter pada setiap anak, sedangkan yang kita tahu untuk menumbuhkan sebuah karakter itu bertahap lalu tidak dengan waktu yang hanya 1 atau 2 tahun. Dan public figure dengan mudahnya memberi pengaruh yang kurang baik kepada karakter anak bangsa.Terkadang banyak orang tua yang menyalahkan sang guru semata karena tidak bisa mendidik anaknya menjadi baik.
Akan tetapi harus kita akui bahwa tidak semua guru baik dan patut untuk dijadikan suri tauladan, serta tidak semua artis juga jelek seseuai persepsi kita, saya hanya melihat sebagian, dan tidak bermaksud untuk men-generalisir. Adanya kepentingan bisnis dan politik yang membawa arah acara TV di Indonesia. Tentu kepentingan tersebut sering bertabrakan dengan kepentingan pendidikan. Ini menjadi tugas orang tua dirumah agar lebih mengkontrol anak-anaknya untuk memilih dan memilah tanyangan untuk anak-anaknya.

Komentar

Postingan Populer