Mengapa Guru Disebut Sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa?

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Karena sebesar apapun jasanya tidak ada tanda jasa yang ia (guru) terima. Gurulah yang mengajarkan kita semua menulis dan membaca. Saya bisa menulis saat inipun adalah karena jasa guru yang dengan telaten  telah mengajarkan cara menulis dan juga mengajarkan cara membaca kepada saya. Saya ingat betul bagaimana guru datang dengan aktif, datang dengan bersemangat untuk memberikan pembelajaran. Tetapi terkadang kita sebagai pelajar sekolah dasar sering sekali merepotkan guru dengan tingkah laku dan kelakuan kita yang sulit untuk diatur. Saya dan teman-teman hanya melihat tanpa perasaan apapun, karena waktu itu kita masih anak-anak yang senang sekali bermain, tidak kenal dan tidak paham betapa susahnya guru waktu itu mengatasi kita. Tidak paham bahwa guru kita benar-benar berkorban untuk memberikan kita pengetahuan. Tanpa guru apa artinya sebuah bangsa. Sebesar apapun bangsa itu. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati gurunya. Maka dari itu ada Hari Guru Nasional yang dimaksud agar kita selalu ingat dan menghargai jasa-jasa guru-guru kita. Hampir disetiap negara memiliki peringatan Hari Guru Nasional. Penetapan tanggal Hari Guru Nasional di setiap negara berbeda-beda. Untuk peringatan Hari Guru Nasional di Indonesia sendiri dilakukan pada setiap tanggal 25 November. Hari Guru Nasional di Indonesia diperingati bersamaan dengan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia atau sering disingkat PGRI. Hari Guru Nasional bukan merupakan hari libur resmi, dan dalam perayaanya dilakukan dalam bentuk upacara peringatan di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Dalam perayaan ini juga biasanya dilakukan pemberian tanda jasa bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Guru di Indonesia oleh banyak orang dianggap sebagai Pahlawan tanpa Tanda Jasa.
Guru merupakan profesi yang amat mulia, karena hanya dianugerahi gelar ‘tanpa tanda jasa”, Padahal gurulah yang mengantarkan manusia-manusia Indonesia menuju kepada keberhasilannya. Ibaratnya pengorbanan dan jerih payah para guru tidak dapat tergantikan, bahkan dengan penghargaan sekali pun. Kita bisa membaca dan menulis, karena guru yang mengajarkan. Kita dapat menduduki jabatan tertentu, guru jugalah yang menghantarkannya. Kita bisa berkreasi atau berwirausaha, ya tetap gurulah yang mempunyai andil besar. Tanpa guru kita tidak dapat seperti sekarang ini. Begitu besar peran seorang guru dalam kehidupan kita. Namun, ketika kita sudah berhasil meraih impian, kita cenderung melupakan jasa-jasa guru. Ketika murid-muridnya telah berhasil menjadi presiden, gubernur, pengusaha, atau apa pun, guru tetaptah guru dengan gaji yang pas-pasan, terkecuali PNS. Yang berubah dari guru hanyalah usianya yang semakin menua.

Komentar

Postingan Populer