Mengapa Harus Menggunakan Kurikulum 2013?



Kurikulum 2013 merupakan kurikulum berbasis kompetensi yang dibuat oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaaan RI untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum 2013 ini lebih menekankan pada pendidikan karakter anak. Inilah yang sangat dibutuhkan dalam pendidikan di Indonesia saat ini, untuk memperbaiki moral peserta didik yang sudah sangat menurun. Dapat kita lihat saat ini  maraknya perkelahian antar pelajar, pelecehan seksual, aksi bullying dan kekerasan-kekerasan yang dapat berujung pada perbuatan kriminal yang dilakukan oleh peserta didik. Itu semua karena minimnya penanaman karakter pada diri anak. Selain ilmu, peserta didik juga harus dibekali dengan penanaman karakter yang cukup dan pegangan iman yang teguh, agar peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa juga memiliki akhlak yang mulia. Karena jika penanaman karakter dan keimanan yang kurang pada anak akan berpengaruh pada kepribadiannya dimasa yang akan datang. Seperti banyaknya koruptor pada saat ini, para koruptor bukanlah orang yang bodoh melaikan kurangnya iman yang mereka miliki sehingga mereka melakukan hal tersebut. Oleh karena itu dengan adanya kurikulum baru ini, diharapkan dapat memperbaiki moral anak bangsa yang sudah mulai rusak, setidaknya agar mengurangi prilaku masyarakat yang bertentangan dengan nilai-nilai pacncasila.

Selain berbasis kompetensi yang menekankan pada pengembangan karakter peserta didik, Kurikulum 2013 juga membuat siswa lebih aktif di kelas dan mandiri dalam memecahkan permasalahannya. Seperti dalam proses pembelajaran, kini bukan lagi guru yang menjadi pusat belajar, melainkan siswalah yang justru menjadi pusat dalam proses pembelajaran dan guru harus siap menjadi fasilitatornya dalam pembelajaran. Agar penerapan Kurikulum 2013 ini dapat berhasil, guru dituntut untuk lebih kreatif dan profesional, terutama dalam melakukan tindakan kelas serta menggunaan fasilitas dan sumber belajar yang luas, untuk mengembangkan kemampuan peserta didik secara optimal. Kepemimpinan kepala sekolah, terutama dalam mengoordinasikan, menggerakan, dan menyelenggarakan semua sumber daya pendidikan yang tersedia juga menjadi penentu keberhasilan implementasi Kurikulum 2013. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor penentu yang dapat menggerakan semua sumber daya sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, dan tujuan satuan sekolah melalui program-program yang dilakukan secara terencana dan bertahap. Dengan bergantinya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013 diharapkan dapat menciptakan manusia atau para peserta didik yang bermutu,  agar dapat bersaing dengan negara-negara lainnya dan menjadikan pendidikan di Indonesia lebih baik lagi dari sebelumnya.


Sumber:

Mulyasa, E. 2017. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Komentar

Postingan Populer